Nasib Anggota TNI yang Viral Pensiun Dini & Peringatkan Komandan, Lakukan ini Seusai Tak Bekerja

oleh

– Nasib anggota TNI yang viral menyatakan pensiun dini hingga beri peringatan para komandannya, kini terungkap.

Seperti diketahui, kisah seorang anggota TNI bernama Mayor Inf Sulaiman Hardiman dari TNI AD pensiun dini hingga memberi peringatan untuk para komandannya viral di media sosial

Demi muluruskan asumsi-asumsi publik soal keputusannya untuk pensiun dini dari TNI AD, Mayor Inf Sulaiman Hardiman akhirnya angkat bicara

Dalam postingan yang diunggah di instagram pribadinya, @sulaiman_hardiman, pada Selasa (4/6/2019), Sulaiman mengungkap keputusannya untuk pensiun dini memang sudah menjadi cita-citanya dari dulu

”Kenapa Pensiun…?
.
Apa yg dilakukan setelah pensiun…?
.
2 pertanyaan yg sudah ribuan kali saya jawab dlm satu minggu ini
.

Sudah menjadi cita2 kami di masa lalu untuk pensiun di umur 40 tahun. Dan saat ini, pada akhir tahun 2019 kami akan menginjak usia itu.” tulis Sulaiman dalam captionnya

Sulaiman juga mengungkap nasibnya kini setelah tak bekerja.

Sulaiman menyebut akan melakukan beberapa kegiatan seperti mengurusi keluarga, hobi,dan jalan-jalan

“Selanjutnya apakah yg kami lakukan setelah pensiun…?
.
Seperti pernyataan kami di awal, kami tentunya “tidak bekerja” lagi. Kami hanya akan mengurusi keluarga, hobi, jalan2 dan melihat indonesia serta dunia. Syukur2 bisa kembali membantu saudara2 kita yg membutuhkan bantuan melalui kepercayaan yg diberikan kepada kami” lanjut Sulaiman dalam captionnya

Diberitakan sebelumnya, kisah seorang anggota TNI pensiun dini hingga memberi peringatan untuk para komandannya, viral di media sosial instagram

Dilansir dari Grid.id dalam artikel ’16 Tahun Bekerja, Anggota TNI Putuskan Pensiun Dini dan Beri Pesan untuk Para Komandan’, anggota TNI itu bernama Mayor Inf Sulaiman Hardiman yang menjabat sebagai Kasi Ren Ops Lat Bag Lat Rindam XVII Cenderawasih.

Dikutip dari unggahan instagram @sulaiman_hardiman, Sabtu (1/5/2019), Sulaiman tampak berpamitan dari jabatannya sebagai anggota TNI AD.

Dalam captionnya, Sulaiman mengumumkan keputusannya untuk pensiun dini.

“Mohon diri dan pamit kami sekeluarga (Anak laki kami tdk ikut, anak2 sahabat saya ikut nimbrung)

16 tahun lebih berdinas di angkatan darat, inilah hari terakhir kami berdinas aktif,” tulis @sulaiman_hardiman, Sabtu (1/5/2019).

Tak hanya itu, Mayor Inf Sulaiman juga memberikan pesan khusus serta peringatan kepada para Komandan Batalyon.

“Pesan utk para Komandan Batalyon

Jabatan Danyon adalah simbol kehormatan bagi setiap prajuritnya. Satu paket dgn tunggul/bendera batalyon, bedera perang, prestasi, sejarah & tradisi satuan

Danyon tdk akan pernah menjadi dirinya sendiri karena seperti apa tindak tanduk & pikirannya harus berlandaskan serta selaras dgn kehormatan satuan itu sendiri,” tulis Mayor Inf Sulaiman.

Lalu, Mayor Inf Sulaiman juga memberi peringatan tentang tantangan yang bakal dihadapi pemilik jabatan Danyon.

“Engkau harus siap “dimusuhi” anggotamu karena mereka harus kau latih dgn keras agar tdk terjadi korban sia2.

Engkau harus siap “berdebat” dgn atasanmu karena engkau yg lebih tau kondisi prajurit dgn segala kekurangan & kelebihannya. Tdk ada satuan manapun yg benar2 ideal & terkadang ada atasan anda yg karena kesibukannya, tdk terlalu paham akan itu.

Dan tentunya engkau harus jagoan karena bila prajuritmu jagoan sejati, dia hanya akan loyal kepada jagoan sesungguhnya.

Singa tidak akan pernah loyal kepada domba, domba yg banyak gaya dan berisik pasti akan dimakan oleh singa,” lanjutnya.
VIRAL Anggota TNI Pensiun Dini & Beri Peringatan untuk Para Komandannya

VIRAL Anggota TNI Pensiun Dini & Beri Peringatan untuk Para Komandannya (Instagram @sulaiman_hardiman)

Sekadar informasi, menurut peraturan pemerintan RI nomor 39 tahun 2010 tentang administrasi prajurit TNI, bab VI pasal 50 menyebutkan beberapa poin tentang pengakhiran masa dinas keprajuritan, yakni:

(1) Batas usia pensiun bagi Perwira paling rendah 48 (empat puluh delapan) tahun dan paling tinggi 58 (lima puluh delapan) tahun.
 
(2) Batas usia pensiun bagi bintara dan tamtama paling rendah 42 (empat puluh dua) tahun dan paling tinggi 53 (lima puluh tiga) tahun.
 
(3) Batas usia tunjangan bersifat pensiun bagi perwira paling rendah 45 (empat puluh lima) tahun dan paling tinggi 47 (empat puluh tujuh) tahun.
 
(4) Batas usia tunjangan bersifat pensiun bagi bintara dan tamtama paling rendah 38 (tiga puluh delapan) tahun dan paling tinggi 41 (empat puluh satu) tahun.

 Uri.co.id  Akhirnya Mayor Inf Sulaiman Ungkap Alasannya Pensiun Dini setelah 16 Tahun Bertugas di TNI AD ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!