Mudik Lebaran 2019, Ini Obat-obatan yang Perlu Disiapkan saat Perjalanan Jauh

oleh

Uri.co.id| TULUNGAGUNG – Dalam perjalanan jauh seperti mudik, gangguan kesehatan ringan sangat mungkin terjadi.

Karena itu sejumlah obat untuk mengatasi sakit yang tiba-tiba datang perlu disiapkan.

Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinas Kesehatan Tulungagung, Masduki mengatakan, obat anti nyeri (analgesik) yang pertama disiapkan.

“Obat ini juga berfungsi sebagai penurun panas, seperti parasetamol atau ibuprufen,” terang Masduki.

Selanjutnya adalah obat diare, yang sebagian disebabkan virus dengan gejala tidak adanya darah atau lendir pada tinja .

Obat yang diperlukan hanya penggati cairan, yaitu oralit dan obat bebas lainya yang mengandung atapulgit.

Sedangkan mabuk selama perjalanan, obat yang diperlukan adalah yang mengandung dimehidrinat atau wedang jahe .

“Kandungan obat bisa dilihat di kemasannya,” sambung Masduki.
Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinas Kesehatan Tulungagung, Masduki

Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinas Kesehatan Tulungagung, Masduki (/david yohannes)

Sakit ringan lainnya yang sering muncul adalah maag.

Obatnya yang mengandung antacida, seperti Alhidroksida dan Magnesium Hidroksida.

Untuk obat maag bentuk tablet, harus dikunyah, sedangkan dalam bentuk sirup suspensi harus dikocok lebih dulu.

Obat gangguan kesehatan ringan lainnya yang umum disiapkan adalah obat anti alergi seperti CTM, minyak gosok, obat oles, plester penutup luka serta cairan povidon .

Sedangkan untuk penyakit berat harus dalam pengawasan dan menggunakan obat yang diresepkan oleh dokter.

Obat penyakit kronis seperti diabet, hipertensi serta jantung harus terus diminum rutin selama perjalanan.

“Yang harus diperharikan, pastikan persediaan obat mencukupi hingga masa liburan selesai,” terang Masduki.

Obat yang dibawa dalam perjalanan juga harus mendapat perlakukan khusus.

Misalnya obat disimpan dalam kotak obat, dan terhindari dari cahaya matahari atau panas mesin.

“Yang tak kalah penting, hindarkan dari jangkauan anak-anak dan jangan simpan obat terlalu lama di dalam mobil,” pungkas Masduki. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!