Sambil Minta CV SBY, Ani Yudhoyono ‘Pamit’ ke Annisa Pohan Lewat Mimpi, ‘Saya Kaget Sampai Nangis’

oleh

 – Annisa Pohan akui sempat didatangi Ani Yudhoyono lewat mimpi sebelum sang mertua meninggal dunia.

Saking nyatanya, Annisa Pohan sampai kaget lantas menangis melihat Ani Yudhoyono dalam mimpinya sambil meminta CV SBY.

Hal itu diungkap oleh Annisa Pohan lewat tayangan YouTube Grid.ID yang diunggah Minggu (2/6/2019).

Dalam tayangan itu, Annisa Pohan menceritakan dengan singkat mengenai mimpinya yang didatangi oleh almarhumah Ani Yudhoyono.

Sebelum Ani menghembuskan napas terakhirnya, Annisa sempat mendapatkan firasat lewat mimpi tersebut.

Terasa begitu nyata, Annisa masih mengingat betul alur mimpinya.

“Saya sempet mimpi waktu itu,” ujar Annisa Pohan.

Dalam mimpinya, Annisa mengaku didatangi oleh Ani.

Kala itu Annisa seharusnya sudah berada di Singapura menemani sang ibu mertua.

Dikarenakan tak mendapat tiket pesawat, Annisa terpaksa menunda keberangkatannya.

Annisa seharusnya berangkat ke Singapura pada Rabu (29/05/2019) saat Ani kritis dan masuk ICU.

Dikarenakan penerbangan sedang padat, mereka hanya mendapat satu tiket yang akhirnya dipakai oleh AHY.

AHY pun berangkat ke Singapura pada Rabu sore.

Sedangkan Annisa menyusul di Kamis sorenya.

“Pas hari ketiga saya harusnya berangkat ke Singapura.

Ibu tu masuk ICU hari rabu, mas Agus langsung terbang.

Karena kan hari itu penuh sekali tidak ada tiket, hanya dapet satu, jadi mas Agus pergi duluan.

Nah, saya di hari Kamisnya sore,” papar Annisa.

Mimpi datang saat Annisa ketiduran setelah melakukan bekam.

Tak seperti biasa Annisa tertidur setelah melakukan bekam.

Annisa berujar kalau setelah bekam, biasanya dirinya langsung beraktivitas.

“Jadi kemudian saya mimpi.

Saya pagi-pagi itu abis bekam.

Biasanya habis bekam saya langsung beraktivitas.

Tapi itu ngantuk sekali habis dibekam, saya sebentar ya tidur ya sebentar,” ceritanya.

Merasa baru tidur sebentar, Annisa merasa seperti dipanggil oleh sang ibu mertua.

Annisa pun merasa aneh lantaran dirinya berada di Jakarta, sedangkan mertua di Singapura.

“Hanya dua tiga menit, tiba-tiba ibu (Ani Yudhoyono) manggil.

Padahal saya di rumah saya di Jakarta. Biasa kalau manggil saya itu khas banget. ‘Mam, mam’ gitu.

Saya kebangun, ini kan di rumah saya bukan di Singapura,” ungkapnya.

Annisa pun terkejut ketika dipanggil oleh Ani.

Seperti yang diceritakan oleh Annisa, istri SBY tampak berdiri di tangga.

Kondisinya pun sudah sakit namun belum separah yang terakhir.

Annisa yang kaget ditemui oleh Ani pun bingung dan menanyakan kenapa sang mertua ada di rumah.

“Saya sampai jatuh gitu lagi bawa barang.

Ibu di tangga gitu, memang kelihatan sudah sakit, tapi masih belum separah yang terakhir gitu.

Terus (saya bilang) ‘Loh, Memo kok di sini, Memo lagi ngapain?

Terus saya tanya ‘Memo ngapain, kok Memo ada di sini?’,” jelas Annisa.

Dalam mimpi Annisa, istri SBY mengatakan kalau beliau ingin meminta CV suaminya.

Ani pun membeberkan alasan kalau dirinya meminta CV tersebut lantaran akan berpisah dengan SBY.

Annisa pun menanyakan kemana sang mertua akan pergi.

Ani hanya menjawab kalau dirinya ingin mencari aktivitas.

“‘Enggak, Memo mau minta CV-nya Pepo’, katanya gitu.

‘Buat apa, Mo, CV-nya Pepo?’.

‘Kan mau pisah’.

‘Memo mau ke mana?’.

‘Memo mau cari aktivitas’,” lanjutnya.

Merasa tak enak, Annisa tersadar dan seolah mimpi tersebut begitu nyata.

“Terus habis itu saya bangun, saya udah nggak enak banget karena itu nyata sekali rasanya.

Suaranya Memo manggil-manggil itu saya denger,” paparnya.

Sadar hanya mimpi, Annisa justru tak ingin cepat-cepa bangun lantaran ingin mendengar kelanjutan pesan Ani.

“Saya tu tahu kalau itu mimpi, tapi saya bilang ke diri saya, jangan bangun, jangan bangun, denger apa yang mau dikatakan Memo setelah itu,”tuturnya.

Terbangun dari mimpinya, Annisa menangis.

Ketika melihat handphone, Annisa mendapat pesan dari sang suami di grup WhatsApp keluarga yang meminta semua segera ke Singapura.

“Terus saya langsung nangis.

Saya melihat whatsapp, mas Agus digrup udah bilang ‘semua cepetan sekarang harus ke sini’.

Wah, itu udah pertanda nggak enak,” kata istri Agus Yudhoyono ini.

Ibu satu anak ini pun langsung bergegas ke bandara.

Ketika sampai di Singapura, kondisi Ani Yudhoyono semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

“Saya di bandara, saya harus cepet-cepet ke bandara.

Akhirnya ketika saya sampai sana, ibu itu udah sesak sekali napasnya.

Udah, perasaan saya udah nggak enak aja ya dengan hal itu.

Memang nggak lama setelah itu Memo berpulang,” pungkasnya.

  Style Firasat Annisa Pohan Sebelum Ani Yudhoyono Wafat, Didatangi Lewat Mimpi & Pesannya Jadi Kenyataan

Kondisi AHY Setelah Kepergian Ani Yudhoyono

Kondisi Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, putra pertama SBY dan Ani Yudhoyono, dan istrinya Annisa Pohan masih diliputi kesedihan mendalam setelah kepergian Ibu Ani.

AHY baru saja mengungkap sifat asli sang ibu melalui sebuah unggahan foto lawas di Instagram, Senin (3/6/2019) tengah malam.

Dalam unggahan tersebut, AHY pun mengisahkan kehidupan sebagai prajurit yang menempa dirinya.

Foto lawas yang diunggah AHY menunjukkan potret dirinya yang baru saja memasuki SMA Taruna Nusantara, Magelang.

Tak sendirian, dalam foto itu, AHY yang mengenakan seragam taruna diapit oleh SBY dan Ani Yudhoyono.

SBY yang kala itu mengenakan seragam dinas, tampak gagah berdiri di samping AHY.

Sementara Ani Yudhoyono begitu cantik dan anggun mengenakan setelan kebaya biru laut dengan rambut disanggul rapi.

Foto tersebut kemudian diberi keterangan caption yang cukup panjang.

Caption yang menceritakan kisah AHY kala memasuki sekolah taruna itu juga mengungkap sifat asli Ani Yudhoyono sebagai seorang putri dan istri prajurit.

AHY menuliskan jika Ani Yudhoyono memiliki sifat yang jujur dan setia.

Di mata AHY, Ani Yudhoyono juga merupakan pribadi yang teguh pada pendiriannya serta berani membela dan menyuarakan kebenaran.

Ani Yudhoyoo dinilai memiliki ketegaran dan semangat pantang menyerah dalam kehidupan. Tak lupa juga, untuk selalu bersyukur pada Tuhan.

Di akhir caption, AHY kembali mengulik kesedihan hatinya kala menghadapi kenyataan jika sang ibu tak dapat lagi menemaninya.

Namun AHY berjanji untuk menjaga segala nilai-nilai hidup yang telah diajarkan Ani Yudhoyono padanya.

Dear Memo, 
Dulu engkau, meski dengan tetesan air mata, melepaskan aku dengan ikhlas kepada Negara dan Ibu Pertiwi, sejak aku diterima di SMA Taruna Nusantara, Magelang.

Selanjutnya, atas restumu, aku memang benar-benar menjadi Anak Negara; menjadi Taruna Akademi Militer, dan kemudian mengabdi sebagai prajurit TNI.

Dalam kehidupan prajurit, meski waktuku sangat tersita untuk bisa lebih banyak berbakti padamu, tapi aku jadi lebih banyak belajar tentang nilai-nilai perjuangan dan pengabdian tanpa mengenal batas ruang dan waktu, yang selalu engkau contohkan dalam kehidupan.

Aku juga jadi mengerti karakter dan lingkungan yang membentukmu sebagai putri dan istri seorang prajurit; nilai-nilai kejujuran dan kesetiaan; memiliki prinsip dan keyakinan; teguh pada pendirian diatas jalan yang lurus; berani membela dan menyuarakan kebenaran dan keadilan; berani menghadapi kehidupan yang penuh tantangan, suka duka dan jatuh bangun, dengan tegar dan semangat pantang menyerah; serta selalu bersyukur atas karunia Tuhan.

Kini, meski juga dengan tetesan air mata, aku harus ikhlas melepas kepergianmu, ke hadapan sang Khalik, Allah SWT.

Meski engkau telah tiada, insya Allah, nilai-nilai yang kau wariskan akan tetap hidup sepanjang usiaku di dunia ini.

Selamat jalan Memo…
I love you, and I will forever miss you.” tulis AHY.

Dalam unggahan itu pula, AHY memberikan link YouTube dari Kompas TV yang menunjukkan ketika ia memberikan sambutan untuk upacara pemakaman Ani Yudhoyono. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!