Kisah Yoan Heru, Mudik dari Pemalang ke Surabaya Berlima, Bermodalkan Motor Tua Ini

oleh

Uri.co.id| PEMALANG – Mudik Lebaran menjadi tradisi yang tidak bisa ditinggalkan mereka yang ingin merayakan Idul Fitri bersama orang-orang yang dicintai di kampung halaman.

Seperti halnya Yoan Heru yang selalu menyempatkan waktu untuk mudik dari Comal Pemalang, Jawa Tengah, ke Gubeng, Surabaya, Jawa Timur.

Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan pengiriman paket ini sudah 15 tahun tinggal di Comal hingga mempersunting perempuan asal daerah tersebut.

Dia selalu mengajak pulang istri dan anak-anaknya ke tempatnya dilahirkan dan bertemu dengan ibunya.

Semangat untuk pulang semakin membaja.

“Pulang ke Surabaya, kangen orangtua. Di sana tinggal ibu sendiri,” kata Yoan saat beristirahat di posko mudik BPBD Kudus di depan Terminal Induk Jati Kudus, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019).

Apapun dilakukannya untuk pulang, bahkan meski tanpa kendaraan mewah.

Bermodalkan sepeda motor tua Suzuki Tornado 2 tak, Yoan membawa istri dan ketiga anaknya.

Berlima, mereka menyusuri jalur Pantura sepanjang 428 kilometer menuju Surabaya dengan motor tua milik Yoan.

Kepada Kepala BPBD Kudus Bergas Catursari Penanggungan yang menjamunya di posko, Yoan mengaku, sebenarnya dia memiliki empat anak.

Karena motornya maksimal hanya bisa menampung tiga anak, terpaksa anak pertamanya tidak diajak mudik ke Surabaya.

Yoan menuturkan, dia sekeluarga berangkat dari Comal pada hari Minggu (2/6/2019) sekitar pukul 15.00 WIB lalu tiba di Kudus pada Senin (3/6/2019) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Mereka menyempatkan diri istirahat di posko mudik BPBD Kudus ini untuk menghalau lelah sejenak untuk kemudian melanjutkan lagi perjalanan.

Menurut Yoan, dia tidak memberikan patokan waktu untuk sampai ketika menempuh jarak ratusan kilometer dengan motor tua.

Dia hanya bertekad, meski memakan waktu tempuh lebih dari 24 jam pun, dia bakal melakoninya asalkan sampai ke Gubeng dan bertemu sang ibu.

Kerinduan kepada orangtualah yang membuatnya ingin segera sampai di Surabaya sebelum Lebaran.

“Saya meyakini dengan niat dan doa restu ibu Insya allah selamat sampai tujuan. Hal ini sudah berlangsung setiap tahun tidak hanya tahun ini saja,” tutur Yoan.

Yoan tengah menunggu energinya serta anak istrinya segera pulih di posko tersebut.

Namun dia diingatkan untuk menggunakan kendaraan umum pada mudik selanjutnya.
Lebih aman, ketimbang naik sepeda motor berboncengan lima.

Uri.co.id : Kisah Pemudik dengan Motor Tua yang Dinaiki 5 Orang dari Pemalang ke Surabaya ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!