VIRAL Anggota TNI Pensiun Dini & Beri Peringatan untuk Para Komandannya, Singgung Soal Anggaran Juga

oleh

– Kisah seorang anggota TNI pensiun dini hingga memberi peringatan untuk para komandannya, viral di media sosial instagram

Dilansir dari Grid.id dalam artikel ’16 Tahun Bekerja, Anggota TNI Putuskan Pensiun Dini dan Beri Pesan untuk Para Komandan’, anggota TNI itu bernama Mayor Inf Sulaiman Hardiman yang menjabat sebagai Kasi Ren Ops Lat Bag Lat Rindam XVII Cenderawasih.

Dikutip dari unggahan instagram @sulaiman_hardiman, Sabtu (1/5/2019), Sulaiman tampak berpamitan dari jabatannya sebagai anggota TNI AD.

Dalam captionnya, Sulaiman mengumumkan keputusannya untuk pensiun dini.

“Mohon diri dan pamit kami sekeluarga (Anak laki kami tdk ikut, anak2 sahabat saya ikut nimbrung)

16 tahun lebih berdinas di angkatan darat, inilah hari terakhir kami berdinas aktif,” tulis @sulaiman_hardiman, Sabtu (1/5/2019).

Tak hanya itu, Mayor Inf Sulaiman juga memberikan pesan khusus serta peringatan kepada para Komandan Batalyon.

“Pesan utk para Komandan Batalyon

Jabatan Danyon adalah simbol kehormatan bagi setiap prajuritnya. Satu paket dgn tunggul/bendera batalyon, bedera perang, prestasi, sejarah & tradisi satuan

Danyon tdk akan pernah menjadi dirinya sendiri karena seperti apa tindak tanduk & pikirannya harus berlandaskan serta selaras dgn kehormatan satuan itu sendiri,” tulis Mayor Inf Sulaiman.

Lalu, Mayor Inf Sulaiman juga memberi peringatan tentang tantangan yang bakal dihadapi pemilik jabatan Danyon.

“Engkau harus siap “dimusuhi” anggotamu karena mereka harus kau latih dgn keras agar tdk terjadi korban sia2.

Engkau harus siap “berdebat” dgn atasanmu karena engkau yg lebih tau kondisi prajurit dgn segala kekurangan & kelebihannya. Tdk ada satuan manapun yg benar2 ideal & terkadang ada atasan anda yg karena kesibukannya, tdk terlalu paham akan itu.

Dan tentunya engkau harus jagoan karena bila prajuritmu jagoan sejati, dia hanya akan loyal kepada jagoan sesungguhnya.

Singa tidak akan pernah loyal kepada domba, domba yg banyak gaya dan berisik pasti akan dimakan oleh singa,” lanjutnya.

Bahkan, Mayor Inf Sulaiman juga sempat menyinggung soal anggaran TNI

“ANGGARAN

Budget anggaran selama 1 tahun kegiatan utk satuan tempur dgn jumlah prajurit 1.039 orang adalah Rp 3,6M.

Itu adalah uang yg sangat kecil, dihadapkan pada kehormatan dan martabat keluarga besarmu di kampung sana yg sangat tdk ternilai itu.

Jangan pernah tergoda, Danyon itu gak ngelirik apalagi tergoda ama uang receh.

Bila kamu berpikir uang 3,6M itu sangat besar dan tergoda utk “mengakali” nya lalu mengabaikan prajuritmu, KAMU adalah DANYON RECEHAN

Selamat berjuang sahabat2ku, kini nasib para prajurit dan keluarganya berada ditangan kalian. Jadilah DANYON yg TERHORMAT,” pungkasnya.

Pensiun Dini Demi Jadi Warga Transmigrasi

Sebelumnya, kejadian anggota TNI AD pensiun dini juga dialami oleh Suprihana (52)

Dilansir dari Manado, Suprihana memilih menjadi warga transmigrasi, pada hal masih setahun akan pensiun dari prajurit TNI AD.

“Yah memang saya masih aktif sebagai TNI AD, Namun tinggal setahun akan pensiun tepatnya 1 Oktober 2018. Saya dapat persetujuan dari Kasad,” ujar Suprihana (52).

Kata dia, sudah ingin beristirahat sambil bercocok tanam. Apa lagi daerah Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, yang sekarang menjadi tempat tinggal sangat mendukung untuk menanam.

Sebenarnya bukan datang ke Sulawesi Utara, harusnya diperbatasan negara Malaysia dan Indonesia. Di sana disiapkan 1.000 rumah. Namun waktu itu belum siap. Jadi memutuskan untuk ikut transmigrasi di sini.

Lanjutnya, sebelum datang ke daerah trasmigrasi bertugas di Kodim 0731 Pulon Progo, Yogyakarta. Ada tiga teman juga yang ikut yakni Rustam Mamonto dan Sukiman.

“Kami bertiga sebenarnya yang akan ikut ke perbatasan. Karena ada beberapa hal teknis, jadi memutuskan ke daerah lain,” kata dia.

Sukiman (52) anggota TNI AD lainnya mengatakan, sudah dapat izin dari Mabes TNI. Karena waktu lalu melakukan kerja sama dengan pihak Trasmigrasi. Ditambah lagi masa tugas tinggal setahun.

“Jadi sekarang administrasi pengurusan surat untuk pensiun, sudah sementara diurus di Jawa,” ujar Sukiman.

Ia mengaku ingin menghabiskan masa pensiun bersama keluarga di daerah transmigrasi.

“Saya senang di sini, karena alam di Bolaang Mongondow Timur, begitu mendukung untuk bercocok tanam,” ujar Sukiman. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!