Berstatus Jalur Tengkorak di Akses Suramadu, Polres Bangkalan Dirikan Pos Kecelakaan Terpadu

oleh

Uri.co.id| BANGKALAN – Status black spot atau jalur tengkorak belum bergeser dari akses Sumaradu sisi Madura dalam beberapa tahun terakhir.

Kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) kerap mengintai para pengendara di akses sepanjang 12 kilometer itu.

Oleh karena itu, Polres Bangkalan, PT Jasa Marga, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan mendirikan Pos Lakalantas Terpadu di perempatan akses Suramadu, Desa Sendeng Kecamatan Labang.

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan mengungkapkan, pendirian Pos Lakalantas Terpadu itu tak lepas dari keperihatinan yang dikemukakan dalam diskusi antara pihak kepolisian, Pemkab, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bangkalan beberapa waktu lalu.

“Mengingat banyaknya lakalantas yang terjadi di akses Suramadu,” ungkap Boby usai meresmikan Pos Lakalantas Terpadu, Sabtu (1/6/2019) malam.

Berdasarkan catatan angka lakalantas di akses Suramadu yang dihimpun Surya dari Markas Komando (Mako) Lakalantas Polres Bangkalan, terhitung sebanyak 25 kasus lakalantas di akses Suramadu periode Januari hingga pertengahan Desember 2017.

Jumlah korban mencapai 37 orang dengan rincian 9 orang meninggal dunia, 8 orang luka berat, dan 20 orang luka ringan.

Dari 25 kasus lakalantas sepanjang 2017, sebanyak 10 kejadian di antaranya merupakan kasus tabrak lari.

Dengan korban 2 orang meninggal, 8 orang luka berat, dan 8 orang luka ringan.

Kasus tabrak lari di akses Suramadu sisi Madura itu lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun 2016, tercatat 4 kasus tabrak lari dari total 24 kasus lakalantas.

Kendati demikian, jumlah korban meninggal dunia akibat tabrak lari di akses Suramadu mencapai 3 orang dari jumlah total 11 korban meninggal dunia, 6 luka berat, dan 21 menderita luka ringan

Boby menjelaskan, selama ini masih terjadi kendala terkait kecepatan penanganan terhadap pengendara yang terlibat lakalantas di akses Suramadu.

Dengan keberadaan Pos Lakalantas Terpadu itu, lanjutnya, pihaknya berharap bisa memaksimalkan langkah antisipatif, memudahkan, dan mempercepat penanganan para korban lakalantas.

“Secara alamiah saya kira tidak ada yang ingin terlibat lakalantas. Namun keberadaan pos ini setidaknya memudahkan kami menentukan langkah,” pungkasnya.

Wakil Bupati Bangkalan Mohni mengatakan, pihak pemkab akan mengupayakan pengadaan mobil ambulan melalui dinas kesehatan yang bisa standby di Pos Lakalatans Terpadu.

“Di sepanjang jalur (akses Suramadu) ini memang rawan lakalantas. Ya karena volume kendaraan semakin banyak, jalanan semakin sesak,” singkatnya.

Sebelumnya, Satuan Lantas Polres Bangkalan bersama Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) telah mendirikan tugu lakalantas di pintu masuk akses Suramadu, Kampung Tangkel, Desa/Kecamatan Burneh pada tahun 2016.

Tugu setinggi kurang lebih lima meter yang diresmikan Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji kala itu, menggambarkan sebuah mobil Kijang yang diletakkan menghadap ke barat di atas tugu.

Sementara sebuah sepeda motor dipasang menancap, seperti menabrak hingga masuk ke kap mesin Kijang.

Tugu itu berada di median jalan antar jalur ke keluar akses menuju Kota Bangkalan dan akses masuk menuju Jembantan Suramadu.

Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Danu Anindhito Kuncuro Putro mengungkapkan, berbagai upaya terus dilakukan pihak kepolisian guna menekan angka lakalantas.

“Seperti gelar Operasi Keselamatan Semeru hingga memberikan Coaching Clinic bagi para pemohon SIM C guna menekan angka lakalantas,” ungkapnya.

Hal itu, lanjutnya, pihak kepolisian berkewajiban meningkatkan kualitas keselamatan, menekan angka lakalantas, hingga menekan tingkat fatalitas korban lakalantas.

“Karena itu, dalam Operasi Keselamatan Semeru 2019, kami memprioritaskan penindakan terhadap pengendara roda dua bawah umur dan tidak menggunakan helm,” jelasnya.

Catatan Operasi Zebra di Nopember 2018, jumlah penindakan terhadap pengendara di bawah umur mencapai angka 701 dari total 2.235 pelanggaran.

Disusul 188 pengendara tanpa helm, 106 safety belt, 76 melawan arus, 31 pelanggaran menggunakan ponsel saat berkendara.

Korban meninggal dunia akibat lakalantas di Kabuoaten Bangkalan sepanjang tahun 2018 tercatat sebanyak 79 orang dari 176 kasus lakalantas.

Di tahun 2017, tercatat 74 orang meninggal dunia di jalan raya dari 212 kejadian lakalantas.

Sedangkan di tahun 2016 mencapai sebanyak 87 orang orang meninggal dunia dari 241 kejadian lakalantas. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!