Kehebatan Perwira Kopassus Kolonel Yudha Airlangga yang Komandani Pemakaman Ani Yudhoyono

oleh

, JAKARTA – Kehebatan perwira Kopassus Kolonel Inf Yudha Airlangga yang menjadi komandan upacara pemakaman Ibu Ani Yudhoyono, istri mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tak diragukan lagi.

Maka pantas Kolonel Yudha Airlangga dipilih Mabes TNI untuk menjadi komandan upacara pemakaman Ani Yudhoyono secara militer.

Kolenel Inf Yudha Airlangga  kini menjabat Dan Sat-81 Kopassus dan memiliki pengalaman tempur hingga level internasional.

Nama Kolonel Yudha Airlangga pernah menjadi perbincangan karena menyelamatkan bocah Palestina dari kekejaman tentara Israel.

Kisah lengkap kehebatan Kolonel Yudha Airlangga ada di akhir artikel ini.
Kolonel Inf Yudha Airlangga Dan Sat-81 yang menjadi Komandan Upacara Militer Pemakaman Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Minggu (2/5/2019).

Kolonel Inf Yudha Airlangga Dan Sat-81 yang menjadi Komandan Upacara Militer Pemakaman Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Minggu (2/5/2019). (Kolase/ news/Pen Kopassus)

Upacara pemakaman Ani Yudhoyono dilangsungkan secara militer mengingat Ani Yudhoyono merupakan pemegang bintang jasa Bintang Mahaputra Adipradana.

Penghargaan diberikan karena Ani Yudhoyono dianggap berjasa mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama memimpin Indonesia.

Usulan atas pemberian bintang jasa disampaikan MPR RI dengan merujuk pada UU No 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Jenazah Ani Yudhoyono istri dari Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono dimakamkan secara militer.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Inspektur upacara pada pemakaman yang dilangsungkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Minggu (2/6/2019) siang.

Presiden Joko Widodo menilai Ani Yudhoyono merupakan tokoh wanita Indonesia terbaik yang memberikan inspirasi dan teladan.

“Kita bangsa Indonesia telah kehilangan seorang tokoh wanita Indonesia terbaik,” kata Presiden Jokowi ketika menjadi Inspektur Upacara Pemakaman Jenazah Ibu Negara periode 2009-2014 di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta, Minggu.

Menurut Jokowi, Ani Yudhoyono merupakan seorang Ibu Negara yang penuh kasih sayang, pejuang kemanusiaan yang tulus, ibu dari sebuah keluarga panutan yang senantiasa memberikan inspirasi dan teladan sebagai seorang ibu, seorang istri dan Ibu Negara.

“Kita hadir di sini di TMP Kalibata untuk memberikan penghormatan terakhir sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan negara dan pemerintah atas jasa dan dharma bakti serta pengabdian almarhumah kepada negara bangsa semasa hidupnya,” katanya.
Pemakaman Ani Yudhoyono5

Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono mendapat ucapan bela sungkawa dari Megawati Soekarno Putri. KOMPAS.COM

Selain Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, hadir dalam upacara militer itu sejumlah tokoh antara lain Presiden Ketiga RI BJ Habibie, Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri.

Juga hadir Wapres RI masa Presiden Soeharto Try Sutrisno, Wapres RI periode 2009-2014Boeidono, istri Presiden keempat RI Sinta Nuriayah Abdurrahman Wahid.

Presiden Jokowi menyebutkan wafatnya Ani Yudhoyono merupakan duka cita mendalam bagi segenap rakyat Indonesia.

“Segenap rakyat Indonesia berkabung atas wafatnya Ibu Negara 2004-2014 Hj Kristiana Herrawati Yudhoyono,” katanya.

Ia menyebutkan Ani Yudhoyono meninggal pada bulan Ramadhan, bulan yang sangat baik, bulan diturunkannya Al Quran, bulan penuh berkah, ampunan dan rahmat.

“Beliau meninggalkan kita semua pada saat-saat laitul qadar, semoga husnul khotimah,” katanya.
Tangisan SBY Seusai Ani Yudhoyono Meninggal Dunia, Presiden RI ke-6: Sudah Ikhlas, Tapi Berat Sekali

Tangisan SBY Setelah Ani Yudhoyono Meninggal Dunia. (Instagram/Jansen Sitindaon)

Siapakah Yudha Airlangga?

Sosoknya sudah tak asing lagi bagi Koprs Baret Merah Kopassus.

Uri.co.id (grup ) mengutip dari website resmi Kopassus, kopassus.mil.id, Yudha Airlangga saat ini menjabat sebagai Dan Sat-81 Kopassus.

Yang merupakan komandan Pasukan elite yang dimiliki oleh Kopassus.

Yudha Airlangga bukan sosok biasa.

Dia pernah menyelamatkan bocah Lebanon yang ditawan oleh tentara Israel.

Berikut Ini Uri.co.id (grup ) kembali mencuplikkan cerita tentang Kolonel Inf Yudha Airlangga.

Selamatkan Bocah Lebanon yang Ditangkap Tentara Israel

Kejadian ini dialami seorang prajurit Kopassus yang tergabung dalam Pasukan Garuda dan berusaha membebaskan seorang bocah Lebanon yang ditangkap oleh tentara Israel.

Dilansir dari buku ‘Kopassus untuk Indonesia’ yang ditulis Iwan Santosa dan EA Natanegara dan diterbitkan R&W, prajurit kopassus itu bernama Mayor Yudha Airlangga.

Saat itu Yudha Airlangga masih berpangkat Mayor adalah seorang perwira menengah Kopassus TNI AD yang dikirim ke Lebanon.

Yudha tergabung dalam Kontingen Garuda XIII-A.

Salah satu hal yang diingat Yudha selama penugasan adalah saat tentara Israel menangkap seorang bocah Lebanon.

Bocah 15 tahun itu melempari pagar perbatasan Israel dengan batu.

Mayor Yudha dan rekan-rekannya mencoba membebaskan anak itu.

Tentu bukan dengan senjata melainkan dengan diplomasi.

Sebagai pasukan di bawah bendera PBB, mereka adalah penengah konflik, bukan pasukan tempur.

Saat itu tim Indonesia mendatangi pos militer Israel dan berbicara secara persuasif.

Mereka mencoba meyakinkan militer Israel bahwa pelaku pelemparan hanya seorang bocah di bawah umur.

Prajurit Kopassus itu meyakinkan agar hal itu tak diperpanjang dan melepaskan bocah tersebut.

Namun ternyata niat tersebut tidak langsung dapat diterima oleh militer Israel.

Butuh perjuangan negoisasi selama berjam-jam meyakinkan para tentara Israel tersebut.

Akhirnya setelah negosiasi berlangsung selama empat jam bocah tersebut dibebaskan.

Meski di tengah negoisasi, pasukan Israel tetap siaga dan menodongkan senjata.

 “Kita kembangkan sisi kemanusiaannya, sehingga mereka akhirnya berhasil membebaskan anak itu,” kata prajurit baret merah ini.

Kiprah Pasukan Garuda saat bertugas di daerah konflik memang selalu mendapat sambutan baik.

Pasukan Indonesia dikenal ramah dan gampang berbaur dengan penduduk lokal.

Selain itu pasukan Indonesia ringan tangan dan selalu memberikan bantuan kepada masyarakat maupun pasukan lain yang membutuhkan pertolongan.

Tak heran jika setiap penugasan pasukan Garuda selalu diterima dengan baik, bahkan seringkali dijamu oleh masyarakat.

Berbeda dengan pasukan perdamaian lainnya yang biasanya selalu dilempari batu saat patroli oleh warga sekitar.

“Pasukan sudah dibriefing, bahwa jika bertemu dengan warga Libanon harus disapa, diberi salam, namun tetap siaga. Ada yang memberi salam, ada yang tetap memantau situasi sekitar,” kata Yudha.

Artikel ini sebelumnya tayang di Jambi berjudul: Siapa Kolonel Inf Yudha Airlangga Komandan Upacara Pemakaman Ani Yudhoyono? Bukan Orang Sembarangan  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!