Indahnya Toleransi, Jemaat Gereja GPIB Jemaat Gamaliel Madiun Bagi Takjil ke Umat Muslim yang Puasa

oleh

Uri.co.id| MADIUN – Bagi umat muslim, Ramadan merupakan bulan terbaik di mana kesempatan untuk berbuat amal kebaikan terbuka seluas luasnya. Tidak ada bulan di mana pintu kebaikan dibuka hingga seperti pada bulan Ramadan.

Namun di Kota Madiun, bukan hanya umat muslim saja yang berlomba-lomba berbuat kebaikan pada bulan Ramadan ini. Jemaat Gereja GPIB Jemaat Gamaliel Madiun, pada Jumat (31/5/2019) sore membagi-bagikan takjil atau makanan berbuka bagi umat muslim yang berpuasa.

“Kami ingin berbagi kasih, atau pada umumnya disebut berbagi takjil. Kami ingin berbagi kasih bersama saudara-saudara kami umat muslim yang menjalankan ibadah puasa,” kata Murwaningsih, Sekretaris Pelaksana Harian Majelis Jemaat sata ditemui di depan gereja GPIB Jemaat Gamaliel Madiun.

Murwaningsih menuturkan kegiatan berbagi kasih yang diikuti belasan jemaat Gereja GPIB Jemaat Gamaliel Madiun ini dilakukan setiap Jumat, pada bulan puasa.

Ada sekitar 150 paket berisi kue, jajan pasar, dan minuman, yang dibagikan kepada masyarakat yang melintas di depan gereja.

Pantauan di lokasi, sejumlah jemaat tampak antusias membagi-bagikan takjil kepada pengendara yang melintas di Jalan Jawa, Kota Madiun.

Sejumlah pengendara dan pengguna jalan pun tampak senang mendapat takjil gratis tersebut.

“Kondisi di Kota Madiun ini sangat kodusif sekali, dan masyarakat Kota Madiun menjunjung tinggi toleransi. Contohnya, ketika kita melakukan kegiatan ini, kami banyak mendapat dukungan,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah siswa TK Santo Bernadus Kota Madiun melakukan kunjungan ke TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA), Jalan Sikatan no 18 Kota Madiun.
Sejumlah siswa TK Santo Bernadus Kota Madiun melakukan kunjungan ke TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA), Jalan Sikatan no 18 Kota Madiun.

Sejumlah siswa TK Santo Bernadus Kota Madiun melakukan kunjungan ke TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA), Jalan Sikatan no 18 Kota Madiun. (surya/rahadian bagus)

Anak-anak ini diajarkan mengenai toleransi atau menghargai perbedaan agama.

Tidak hanya berkunjung, para siswa TK Santo Bernadus yang berjumlah 15 anak ini juga membawa bingkisan untuk anak-anak TK ABA berupa peci, jilbab dan tasbih ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!