Vincent Raditya Curhat ke Menkominfo Soal Konten Youtubenya, Banjir Pujian & Dapat Tantangan Lagi

oleh

– Pilot sekaligus vlogger Vincent Raditya menemui Menteri Kominfo, Rudiantara untuk berbincang terkait dengan konten Youtube yang selama ini ia buat.

Seperti diketahui, pencabutan lisensi terbang Vincent Raditya berawal dari salah satu konten youtubenya yang menyalahi aturan menurut Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

Hal inilah yang menyebabkan Vincent Raditya berinisiatif untuk menemui Rudiantara sebagai pihak resmi yang memegang mandat untuk mengatur persoalan teknologi termasuk Youtube

Dilansir dari cahnnel youtube Vincent Raditya, Jumat (31/5/2019), Vincent Raditya memperkenalkan diri sebagai pilot dengan jumlah subscriber terbanyak di dunia yakni 2,4 juta.

Mendengar hal tersebut, Rudiantara pun memujinya dan mengaku bangga dengan pencapaian yang didapat Vincent Raditya.

Sebab menurut Rudiantara, pencapaian yang dilampau sang pilot itu adalah suatu kebanggaan yang tidak didapatkan Youtuber lain.

“Saya mengucapkan selamat, mendapatkan follower 2,2 juta, bukan sebagai profesional Youtuber, itu hal yang luar biasa. Anda kan profesinya bukan Youtuber, (tapi) sebagai pilot di penerbangan, aviasi,” ungkap Rudiantara dilansir dari channel Youtube Vincent Raditya, Jumat (31/5/2019).

Berkaca pada hal tersebut, Rudiantara pun menyarankan agar Vincent Raditya bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan baik.

Karena menurut Rudiantara, Vincent Raditya memiliki keunikan yang tidak dipunyai Youtuber lain.

“Saran saya, keunikan Anda ini, saya kenal banyak Youtuber di Indonesia tapi mereka profesional Youtuber yang hari-harinya berpikirnya konten. Anda itu bukan profesional Youtuber makanya saya katankan achievement,” imbuh Rudiantara.

“Capt Vincent ini punya keunikan. Udah followernya banyak, dia kapten penerbang paling banyak followernya di dunia. Itu brand yang luar biasa,” sambungnya.

Vincent Raditya lantas membeberkan isi konten apa saja yang selama ini telah dibuatnya.

Ia mengaku selalu membuat konten yang edukatif, menghibur dan menginspirasi.

“Selama ini kita buat edukasi. Misal pesawat di darat tiba-tiba mati lampu total, terus takut terbang. Di sana saya memberikan penjelasan. Dan memotivasi orang-orang yang takut terbang,” pungkas Vincent Raditya.

Vincent Raditya lalu menanyakan perihal tanggapan Rudiantara jika dirinya nanti tak lagi membuat konten di channel Youtube-nya.

“Menurut bapak nih, kalau suatu hari, apakah tiba-tiba Youtube saya sudah tidak bisa melanjutkan lagi nih. Apakah disayangkan ?” tanya Vincent Raditya.

Mendengar rencana itu, Rudiantara justru balik bertanya kepada Vincent Raditya.

“Karena apa tidak bisa (melanjutkan membuat konten Youtube) lagi ?” tanya Rudiantara.

“Ya karena mungkin ada pihak-pihak yang kurang suka,” jawab Vincent Raditya.

Rudiantara berpendapat jika konten yang dibuat Vincent Raditya tidak menyalahi UU ITE, maka tidak ada alasan untuk Kominfo memblokir kanal Youtube-nya.

“Loh, kalau kontennya ada pertentangan dengan UU ITE, saya block. Tapi kalau enggak ada kan saya enggak punya alasan,” jelas Rudiantara.

“Gitu ya pak ?” imbuh Vincent Raditya.

“Iya dong. Alasannya apa untuk saya tutup kanal Youtube Anda kalau tidak bertentangan dengan UU ITE ? Misalkan untuk masalah asusila, penipuan, kalau enggak ada ya enggak ada alasan untuk saya,” tandas Rudiantara.

Lebih lanjut, Rudiantara justru memotivasi Vincent Raditya agar bisa memanfaatkan kanal Youtube-nya.

Tak hanya itu, Rudiantara bahkan menawarkan kerja sama dengan Vincent Raditya untuk nantinya membuat konten terkait Kominfo.

“Justru bagi saya, dengan 2,2 juta ini saya akan manfaatkan. Ini saya pertama kali bertemu dengan Capt. Vincent. Mungkin saya akan ketemu lagi nanti, saya akan minta bantu sosialisasi Kominfo macam-macam. Kalau saya sih, saya ajak Anda bermitra,” pungkas Rudiantara.

Berikut video selengkapnya:

Dipanggil ke Mabes TNI AU

Sebelumnya, Vincent Raditya juga sempat dipanggil ke Mabes TNI AU seusai viral lisensi terbangnya dicabut karena salah satu konten YouTube-nya

Dilansir dari video yang diunggah channel youtube Vincent Raditya, Rabu (29/5/2019), Vincent Raditya di sana bertemu dengan Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AU, Marsma TNI Fajar Adriyanto, dan Kepala Subdinas Penerangan Umum, Kolonel (Sus) Muhammad Yuris

Awalnya, Marsma TNI Fajar Adriyanto membahas mengenai permasalahan Vincent Raditya yang ramai menjadi perbincangan publik.

Menurut Marsma TNI Fajar Adriyanto, video Vincent Raditya mengenai zero gravity itu lebih mempermasalahkan peraturan keamanan yang dilanggar.

Sementara mengenai zero gravity yang dilakukan Vincent, menurut Marsma TNI Fajar Adriyanto belum ada peraturannya.

“Saya lihat kemarin ada sedikit permasalahan tentang safety yang ada dilanggar sedangkan untuk penggunaan zero G, saya lihat belum ada peraturannya juga, ini mungkin peringatan.

Sebenarnya zero juga dikenakan kepada siswa, tidak membahayakan,” papar Marsma TNI Fajar Adriyanto.

Marsma TNI Fajar Adriyanto pun lantas menanyakan jumlah subscriber YouTube Vincent Raditya. 

“Kan subscribernya banyak ya?” beber Marsma TNI Fajar Adriyanto.

“Iya 2,2 juta,” aku Vincent Raditya.

“Wah hebat itu,” tutur Marsma TNI Fajar Adriyanto.

Kolonel (Sus) Muhammad Yuris menilai banyaknya subscriber YouTube Vincent Raditya bisa dijadikan sarana untuk mengenal kedirgantaraan bagi publik.

“Jadi ini sarana mengedukasi masyarakat, menarik minat masyarakat untuk mencintai dunia kedirgantaraan. Sayang soalnya kalau sampai ada hal-hal seperti ini,” tutur Kolonel (Sus) Muhammad Yuris.

Lantas Marsma TNI Fajar Adriyanto mengajak Vincent Raditya untuk berkolaborasi bersamanya.

“Kalau menurut saya jadi kita berkolaborasi untuk mengenal dunia kedirgantaraan. Nanti sesekali komentar di vlognya, hal seperti ini nantinya bisa membangun citra penerbangan. Ini merupakan potensi kerdigantaraan dan tugas kita membinanya,” jelas Marsma TNI Fajar Adriyanto.

Berikut video selengkapnya: ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!