Sekolah Tahan Gempa Bantuan Pemkot Surabaya Diserahkan, Anggaran SDN 1 Obel-Obel Lombok Timur Segini

oleh

, SURABAYA – Di jalan masuk sekolah, sebuah gapura tampak berdiri dengan satu kaki, sedang yang satunya dibiarkan tergeletak di sisi kiri.

SDN 1 Obel-Obel merupakan satu di antara sekian banyak sekolah di Lombok Timur yang luluh lantak akibat gempa.

Gapura tersebut, serta reruntuhan di sisi kiri depan sekolah mungkin menggambarkan betapa dahsyat gempa yang mengguncang Desa Obel-Obel.

Namun, bagian dalam sekolah yang menaungi 111 siswa tersebut berkata lain.

Atap sekolah bercat cokelat yang masih baru itu mengkilat ditimpa sinar matahari.

Dindingnya halus dicat krem, dengan pintu kayu cokelat dan bingkai jendela hitam.

Bangunan baru ini berdiri di atas bekas sekolah yang sudah rata dengan tanah, merupakan bangunan hasil kerja keras Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, yang dananya diambil dari hasil donasi pelajar serta warga Surabaya.

“Atas nama masyarakat Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Sambelia, utamanya Desa Obel-Obel, kami mengucapkan selamat datang pada ibu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, serta matur agung tampi asih, matur sembah nuwun atas kehadiran ibu beserta jajaran. Perhatian yang ibu berikan kepada masyarakat di sini luar biasa,” ucap Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy, pada acara serah-terima di SDN 1 Obel-Obel, Selasa (28/5/2019).

Sukiman melanjutkan, di antara seluruh pemerintah daerah yang mengulurkan tangan, bantuan terbesar datang dari DKI Jakarta, Surabaya dan Bogor.

Ia juga terharu dengan bantuan-bantuan Pemkot Surabaya berupa makanan, pakaian, selimut, hingga kebutuhan-kebutuhan ibu dan anak.

Ia lalu menyampaikan rasa terima kasih secara tulus, terutama mewakili SDN 1 Obel-Obel.

SDN 1 Obel-Obel memang memiliki sekolah daruratnya, tapi menurut Sukiman, tidak akan bertahan hingga tahunan.

Sedangkan bangunan sekolah ini tidak hanya baru, tapi juga tahan gempa.

“Sekolah ini dirancang untuk tahan gempa. Gempa terakhir 5,8 SR, itu bangunan ini gentengnya satupun tidak ada yang jatuh. Alhamdulillah, ini semua berkat kerja sama Pemkot Surabaya,” tuturnya.

Hadir setelah menempuh tiga jam perjalanan dari Bandar Udara Internasional Lombok, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan pihaknya memang sengaja memilih SDN 1 Obel-Obel, karena ia ingin membantu daerah yang benar-benar membutuhkan dan belum tersentuh bantuan.

Tak hanya itu, Risma tak ingin sekolah yang dibangun hancur lagi bila gempa melanda.

Ia pun meminta bantuan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mendesain ulang sekolah tahan gempa.

“Makanya agak lama prosesnya. Awalnya anggaran kami Rp800 juta itu sudah sama mebelnya. Tapi setelah dihitung ulang dengan desain ulang ITS, habisnya Rp1,567 miliar,” paparnya.

Karenanya, SDN 1 Obel-Obel kini beroperasi belum menggunakan bangku sekolah baru.

Mereka masih memanfaatkan bangku lama yang kebanyakan sudah tidak layak pakai karena tertimpa reruntuhan gempa sekaligus banjir.

“Jadi ini belum ada mebelnya, insyaallah nanti dicarikan lagi dana untuk mebel. Warga Surabaya mau dan berkenan kok untuk itu,” ujarnya.

Sebelum dibenahi oleh Pemkot Surabaya, guru pelajaran agama SDN 1 Obel-Obel, Hatpatul Wazni, menceritakan kondisi sekolah sangat parah, terutama setelah gempa ketiga.

Tembok dan plafon gedung ambruk membuat gedung mustahil difungsikan, termasuk ruang guru yang sudah tak bersisa, sehingga para guru terpaksa pindah di gedung sementara beratap galvalum.

“Saya sangat senang, bangga, kami langsung diberi bantuan tanpa meminta oleh bu wali. Waktu itu beliau datang pas parah-parahnya,” ceritanya.

Ia berharap, ke depan datang lagi suplai buku-buku dan alat peraga baru, karena gempa sekaligus banjir merusak hampir semuanya.

Bila menunggu dana BOS, dana terlalu sedikit karena disesuaikan dengan jumlah siswa.

“Selain itu, kami butuh sekali bangku baru, karena bangku anak-anak dan guru banyak yang rusak. Bangku yang sekarang sangat belum cukup, masih pakai yang rusak-rusak, diperbaiki seadanya,” harapnya.  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!