Kejari Surabaya Beri Waktu 14 Hari ke Warga yang Tinggal di THR untuk Kosongkan Gedung

oleh

Uri.co.id| SURABAYA – Sejumlah warga yang menempati lokasi kesenian Taman Hiburan Rakyat (THR), mendapat sosialisasi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya untuk segera meninggalkan THR terhitung 14 hari sejak hari ini, Senin (27/5/2019). Sosialisasi ini berlaku bagi warga Surabaya atau bukan warga Surabaya yang menempati kawasan Gedung Kesenian THR, sekalipun sudah berpuluh-puluh tahun.

Sosialisasi berlangsung di gedung Pringgodani, THR bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya. Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Surabaya, Arjuna Meghananda, mengatakan isi sosialisasi berkaitan dengan keinginan Pemkot Surabaya melakukan penataan kawasan THR yang sudah berubah fungsinya.

“Berubah fungsinya, karena bukan hanya ada kegiatan seni lagi di sini. Tapi ada kegiatan lain di luar bidang seni dan Wali Kota juga menyampaikan bahwa, terkait penataan kawasan ini agar mendengar aspirasi masyarakat. Makanya itu ada sosialisasi ini, tidak main hantam, somasi langsung tertibkan, tidak seperti itu. Kami dengarkan aspirasi dan sampaikan maksud dan tujuan dari Pemkot ini seperti itu,” jelas Arjuna setelah sosialisasi.

Aspirasi yang disampaikan warga nantinya lanjut Arjuna akan mendapat fasilitas dari Pemkot Surabaya, asalkan sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Kalau tidak sesuai ketentuan, tentunya tidak bisa,” tegas Arjuna.

Arjuna menerangkan kondisi THR tidak sesuai dengan ketentuan hukum sebagai lokasi berkesenian.

Sebab, banyaknya bangunan liar yang tumbuh subur.

Menurut pantauan Pemkot Surabaya dan Kejari, banyak stand usaha di luar ketentuan seperti stand makanan dan minuman, serta penjualan barang kesenian.

“Faktanya, sekarang saja digunakan untuk salon, ada yang digunakan untuk jual beli komputer, ada juga untuk les Bahasa Inggris. Bahkan saya lihat ada plang (papan nama) pengacara, ada (kantor) media juga, nah ini kan di luar ketentuan yang ada,” kata Arjuna heran.

Pemkot Surabaya lanjut Arjuna meminta bantuan Kejari untuk penertiban THR agar kembali sesuai fungsinya, sementara Kejari memberi waktu 14 hari sejak Senin (27/5/2019) hingga tanggal 10 Juni 2019 agar warga sudah harus mengosongkan area THR.

“Sementara ini dari warga tidak ada keberatan, mereka hanya memohon waktu dari keterangan somasi yang kita sampaikan. Kami berikan waktu 14 hari sejak sekarang sampai dengan tanggal 10 Juni 2019 itu sudah harus mengosongkan area ini. Kami tetap sesuai somasi 10 Juni kosong, tapi kalau memang minta mundur kita sampaikan pimpinan,” tutup Arjuna. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!