Salon Syariah Juga Gunakan Produk dan Alat Sesuai Syariat

oleh

Uri.co.id| SURABAYA – Salon dan spa khusus perempuan maupun muslimah kian banyak di Surabaya.

Tetapi, untuk klinik kecantikan, baru ada satu yang berani menjual layanan tak hanya khusus perempuan atau muslimah, namun juga syar’i alias sesuai dengan syariat agama Islam, yaitu Hayyu Syari Skin Clinic.

Ini tentu tidak mudah, karena kajian soal kecantikan, teknologi dan hukum Islam, belum banyak dibahas secara mendalam.

“Kami memerhatikan sekali kaidah tentang perawatan secara Islam. Saya sembilan tahun bekerja dan menjalankan klinik kecantikan konvensional. Kalau di sini, kami salin dulu, update semua produk treatment, ada halalnya tidak ya? Teknik menyalahi syariah atau tidak?” tutur pemilik sekaligus dokter medis klinik, dr Ratna Yuliarviana.

Meski rumit, rupanya banyak perempuan yang senang dengan kehadiran klinik kecantikan syar’i, karena tidak perlu takut soal status halal produk, semua pegawai perempuan, dan tidak ada perawatan yang melangkahi kaidah agama.

Pelanggannya banyak pula yang nonmuslim. Untuk benar-benar menjalankan klinik sesuai label syar’i, timnya berusaha menyaring perawatan dan bahan yang tidak sesuai syariat agama, maupun yang ‘abu-abu’.

Bila ada bahan atau perawatan yang masih membuatnya ragu, mereka memilih tidak menyediakan pelayanan itu.

“Ada yang sebenarnya netral, tetapi ternyata tidak aman, itu kami tidak pakai. Jadi kami pakai yang benar-benar sudah diakui internasional, jurnal kedokteran,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, jika ada satu treatment yang diskontinyu, itu injeksi whitening. Sepertinya semua klinik ada treatment itu, tapi ternyata di jurnal kedokteran soal keamanannya tidak ada.

Ia pun rutin berguru ke seorang pakar fiqih kecantikan dan punya tim yang mendalami Islam serta hukum-hukumnya. Mereka menjalankan proyek yang menggali tentang perawatan kecantikan secara Islam.

Soal batasan halal dan tidak sesuai syar’i, yang sudah membuat Ratna sangat yakin adalah produk yang sudah berlabel halal pabrik maupun MUI, serta yang jelas-jelas menyalahi adalah yang mengubah bentuk wajah.

“Kalau tato, itu hadisnya jelas. Filler, benang, botox, itu termasuk yang benar-benar jelas haram karena mengubah bentuk wajah secara drastis,” terangnya.

Melawan arus

Ia sendiri merasa kliniknya kini melawan arus, karena filler, benang, botox, hingga sulam, merupakan primadona yang tengah gencar dijual klinik konvensional. Peminatnya pun sangat tinggi.

“Sedangkan mungkin banyak muslimah yang tidak tahu hukum aslinya atau bahan yang dipakai mungkin tidak halal, kan kasihan sekali. Ini yang ingin kami edukasi, supaya sebagai seorang muslimah, tidak mudah menerima tindakan atau perawatan. Ada rambu-rambunya,” paparnya.

Menurut Ratna, pengubahan bentuk maupun warna kulit sebenarnya tak masalah selama hasilnya tidak drastis.

“Pengencangan kalau hanya pakai laser kan tidak signifikan, itu boleh, karena hanya jadi lebih segar. Mau dicerahkan lagi ya maksimalnya sesuai kulit asli. Kalau dari hitam jadi putih sekali, itu bisanya pakai bahan ilegal, seperti merkuri, pigmennya sudah dirusak,” katanya.  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!