Kasus Seorang WNI Nekat Sembunyi di Roda Pesawat di Malaysia, BP3TKI Sebut Belum Bisa Berbuat Banyak

oleh

Uri.co.id- Kasus seorang WNI nekat sembunyi di roda pesawat di Bandara Internasional Penang, Malaysia, membuat Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ( BP3TKI), angkat bicara.

Dilansir dari Uri.co.id, Koordinator Pos Pelayanan keberangkatan dan Kedatangan TKI BP3TKI Sutoyo, mengatakan bahwa pihaknya belum bisa berbuat banyak karena belum mendapatkan bukti yang cukup.

“Katakan lah dia bekerja di pabrik pakan ternak. Apa yang bisa membuktikan dia bekerja di pakan ternak,” kata Suyoto.

“Kita belum bisa berbuat banyak karena datanya minim. Belum pasti. Bisa lah dibilang kerja di ternak ayam, dasarnya apa? Nanti ada yang bilang, lo kok tahu-tahuan, mana paspornya apa, dari PT apa dia, apakah resmi dia?”

“Katakan lah sebagai WNI dulu. Dibilang bekerja belum tahu. Datanya belum ada,” imbuhnya.

Seperti diketahui, seorang WNI asal Medan, Sumatera Utara ditangkap oleh kepolisian Malaysia.

Pria tersebut ketahuan saat bersembunyi di roda pesawat agar bisa ikut dalam penerbangan.

Pria yang tak disebutkan namanya ini tertangkap setelah seorang teknisi menemukannya di roda pendaratan saat sedang melakukan pemeliharaan pesawat kargo pada pukul 10 pagi, Senin (13/5/2019).

Dilaporkan oleh Bernama, pria itu terlihat meluncur keluar dari bagian landing gear.

“Dia melihat pria itu meluncur keluar dari landing gear dan segera memberi tahu keamanan, yang kemudian menyerahkannya ke polisi,” kata seorang sumber kepada Bernama.

Pria berusia 39 tahun itu diketahui bekerja di pabrik pengolahan unggas.

Ia nekat melakukan aksinya lantaran tidak mampu membeli tiket penerbangan yang membawanya kembali ke Medan.

Oleh karena itu, pria itu nekat jadi penumpang gelap agar bisa pulang kampung.

Wakil Kepala Polisi Distrik Barat Daya Jefri Md Zain mengkonfirmasi insiden dan penangkapan tersebut.

Ia menambahkan bahwa penyelidikan berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang Area dan Undang-Undang Tempat Lindung 1959.

Akibat aksi nekat sang WNI, kasus ini sempat menjadi pemberitaan di media asing, seperti malaysiakini, thesundaily, theleaders, hingga channelnewsasia. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!