Viral di WhatsApp Seleksi Anggota Baru Geng Motor di Jakarta, Syaratnya Bacok Orang di Jalanan 

oleh

Uri.co.id- Viral di WhatsApp (WA) informasi tentang seleksi anggota baru geng motor di Jakarta, syaratnya berani membacok orang siapapun di Jalanan yang mereka temui.

Polisi membenarkan cara rekrutmen aneh anggota baru geng motor di Jakarta.

Kasus serupa pernah diungkap polisi tahun lalu.

Seperti diberitakan, sejumlah video tawuran hingga aksi begal beredar viral di media sosial.

Selain itu, beredar juga pesan berantai terkait adanya perekrutan gangster yang mencari sasaran secara acak untuk dibacok.

 Berikut isi pesan berantai yang disebar di sejumlah grup WhatsApp itu:

Nih ada info dri Tmn Polri…bahwa sanya yg bnyk merajalela bukan hanya begal…skrg ini ada gangster2 motor sedang rekrut anggota baru..

Dan salah satu persyaratan masuk gangster tersebut adalah dengan membacok acak siapapun yg mereka temui di jalan…

Mohon info di sebarluaskan agar rekan2 lebih waspada….jgn gunakan atribut diatas jam 10 mlm…

Gunakan pelindung tambahan di tubuh anda…krna di BSD sudah 8 korban di bacok tnpa sebab dan mtr tidak diambil…abis bacok tinggal gtu aja…8 korban semua grabike..

Perhatian :

Kepada seluruh anggota KOMUNITAS / BIKERS INDONESIA Wilayah JABODETABEK khusus nya wilayah BEKASI & JAKARTA

Bagi yg kurang berkepentingan jangan keluyuran malem gak jelas melebihi antara jam 11.00 – 04.30 pagi, dikarenakan GENGSTER sedang MERAJALELA

Jaga keselamatan diri kita & org yg kita sayangi.

Sebarkan info ini semoga bermanfaat.

Mantap bro, lanjutkan!

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan sebagian isi pesan itu dan mengakui adanya perekrutan anggota gangster dengan cara membacok korban secara acak itu.

Kasus itu pernah diungkap polisi tahun lalu.

Inilah yang kemudian menjadi bibit tawuran. Tawuran dilakukan untuk menunjukkan eksistensi kelompok geng.

Geng Motor dan Tawuran yang Nodai Pekan Pertama Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan 1440 H yang baru berjalan satu pekan lalu sudah diwarnai dengan aksi tawuran dan geng motor yang meresahkan warga.

Berdasarkan catatan Kompas.com (grup ), aksi tawuran dan geng motor itu terjadi di Jakarta, Depok, hingga Bekasi sejak Minggu (5/5/2019).

Aksi-aksi itu biasa dilakukan pada tengah malam hingga dini hari.

Berikut ini sejumlah peristiwa tawuran dan penyerangan geng motor dalam sepekan terakhir yang dirangkum Kompas.com (grup ).

1. Gangster Bersenjata di Cakung

Sehari sebelum Bulan Ramadhan tiba, masyrakat juga dihebohkan video yang menarasikan adanya gerombolan pemuda bersenjata yang tersebar lewat media sodial.

Dalam video tersebut, terlihat ada sekelompok laki-laki yang mengendarai sepeda motor sambil berteriak-teriak dan mengacungkan senjata tajam pada malam hari.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Ady Wibowo mengatakan, peristiwa itu terjadi di kawasan Cakung, Minggu (5/5/2019).

Gerombolan itu, kata Ady, awalnya berniat tawuran.

“Para pelaku ketika di rumahnya dari sore hari telah menerima pesan broadcast WhatsApp untuk ngumpul-ngumpul atau tawuran,” kata Ady.

Namun, setelah mereka berkumpul sambil membawa senjata tajam, niat tawuran urung dilakukan.

Sebabnya, tak ada warga yang terpancing oleh provokasi mereka.

Akibat video yang mereka rekam dan viralkan sendiri itu, para pelaku yang umumnya masih berusia remaja pun dibekuk dan digelandang ke kantor polisi.

2. Remaja Tewas Dibacok di Senen

Pada hari yang sama, seorang remaja berusia 17 tahun tewas dibacok dalam peristiwa tawuran yang terjadi di Senen, Jakarta Pusat.

Kapolsek Senen Kompol Muhammad Syafe’i mengatakan, tawuran ini melibatkan dua kelompok remaja RW 004 dan RW 008 Jalan Kramat II, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.

Kedua kelompok sendiri telah saling kenal dan membuat janji untuk tawuran.

Syafe’i menyebut korban sendiri tewas setelah dibacok menggunakan celurit pada bagian perut oleh kelompok lawannya.

“Awalnya hanya saling lempar, kemudian saat korban lari untuk memghindar dia terjatuh dan kelompok lawan ternyata membawa sajam,” kata dia.

3. Pembacokan di Depok

Di Depok, lima orang pemuda di kawasan Kampung Lio tiba-tiba dibacok oleh geng motor pada Kamis (9/5/2019) lalu ketika sedang nongkrong sambil menunggu waktu sahur.

Usai melakukan serangan, para pelaku langsung kabur mengunakan sepeda motor.

Sementara lima orang korban merintih kesakitan.

Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Roni Wowor mengatakan, akibat luka bacokan tersebut mereka berlima harus dirawat di Rumah Sakit Citama, Pabuaran, Kabupaten Bogor untuk mendapatkan perawatan intensif.

4. Pembacokan di Jagakarsa

Aksi geng motor juga ditemukan di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Rabu (8/5/2019).

Aksi mereka menewaskan seorang remaja berinisial AL yang kebetulan sedang melintas.

“Pada pukul 03.00 WIB, datang rombongan motor melintas dari arah Pasar Minggu, sekitar 10 motor berboncengan ke arah Depok,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar.

Rombongan pengendara motor tersebut melihat korban yang sedang nongkrong dengan teman-temanya di kawasan Lenteng Agung.

Tanpa basa-basi, korban langsung dihabisi dengan senjata tajam oleh para pelaku.

Korban meninggal dunia akibat mengalami pendarahan hebat. Kelima pelaku yang berinisial MB bin AS (18), MA (18), X-CEL (25), FP (16), dan MS (25) kini sudah diamankan polisi.

5. Tawuran Pakai Sarung Berisi Senjata Tajam di Bekasi

Tawuran antar kelompok remaja juga ditemukan di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Senin (6/5/2019) lalu.

Video tawuran itu tersebar luas di media sosial, salah satunya lewat akun Instagram @gue_cikarang.

Kapolsek Cibarusah AKP Sutarmab mengatakan, tawuran yang dilakukan kedua kelompok itu merupakan cara baru yakni dengan menggunakan sarung.

Namun, sarung itu digunakan sebagai penutup dari senjata tajam yang dibawa masing-masing remaja yang tawuran itu.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

“Mereka ke masjid buat shalat, habis shalat mereka nongkrong terus berhubungan lewat WA (WhatsApp) nanti mereka janjian ngumpul di suatu titik. Anehnya tawurannya ini pakai sarung.

Di dalam sarung itu ada senjata tajam, kayu, dan batu,” ujar Sukarman.

6. Bentrok Antarpemuda di Matraman

Bentrokan antarpemuda terjadi di Matraman, Jakarta Timur, Minggu (12/5/2019) pagi.

Bentrokan tersebut merupakan aksi balas dendan yang diprovokasi oleh video live di Instagram.

Camat Matraman Bambang Eko Prabowo mengatakan, aksi tersebut disebabkan adanya penyerangan pemuda Tanjung Priok terhadap pemuda Tambak dan Pegangsaan, Jakarta Pusat, pekan lalu.

Minggu pagi sekitar pukul 03.00, pemuda Matraman pun berkeliaran untuk melakukan serangan balik. Mereka terprovokasi sekelompok orang yang beraksi dengan live Instagram.

“Ada sekitar 30 orang yang ditangkap di Matraman Raya dan tiga orang warga Berlan diamankan karena khawatir diamuk massa,” ujarnya.

Untuk mencegah adanya serangan susulan, Bambang mengatakan, pihaknya beserta polisi dan personel TNI setempat melakukan patroli.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta orangtua senantiasa mengawasi anaknya selama Ramadhan ini.

“Orangtua cek di mana anak-anaknya, pastikan anaknya tidak ikut dalam kegiatan itu,” kata Anies di Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019).

Anies mengatakan, soal penindakan hukum, polisi yang akan menangani. Namun, untuk pencegahan, aparat pemerintah juga menggandeng RT, RW, dan tokoh masyarakat.

“Kalau hanya penegakan aturan saja jadinya kucing-kucingan terus kalau tidak ada usaha untuk menghentikannya. Jadi untuk para orangtua pastikan sahur di rumah atau di lingkungan dan justru jangan di massa seperti itu,” ujar Anies.

Grid.ID berjudul: Ramai Video Geng Motor Ciut Dikeroyok Komunitas Motor, Ternyata Imbauannya Sudah Tersebar di Whatsapp dan Kompas.com “Geng Motor dan Tawuran yang Nodai Pekan Pertama Bulan Ramadhan” ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!