Taman Pondok Legi Waru Sidoarjo Langsung Agresif Pasarkan Produk Pasca Pemilu 2019, Optimis Sold Out

oleh

Uri.co.id| SURABAYA – Pasca perhelatan Pemilu 2019, pengembang perumahan mulai agresif mengembangkan proyeknya. Seperi kolaborasi pengembang perumahan PT Cileungsi Graha Raya dan PT Karya Makmur, yang meluncurkan proyek Taman Pondok Legi (TPL), di Waru, Sidoarjo.

“Pengembangan ini merupakan lanjutan dari proyek lama kami yang ada di daerah itu sejak 1980-an. Ada lahan seluas 6 hektare untuk proyek TPL ini,” kata Hendrata Wibisono, Direktur PT Cileungsi Graha Raya, saat Product Knowledge (PK) kepada pada broker di Surabaya, Rabu (15/5/2019).

Proyek TPL dikenalkan ke broker untuk dijual dengan sistim NUP (Nomor Urut Pemesanan). Sistim ini memiliki keunggulan, penjualan yang lebih cepat pada produk rumah tapak. Sebagai lead agent, mereka menggandeng Era Real Estate dan para anggota Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Jawa Timur.

Hendrata menjelaskan pihaknya sangat optimistis menyambut pasar properti pasca Pemilu ini.

Apalagi dalam siklus properti, tahun ini akan bertumbuh.

“Apalagi untuk rumah tapak dengan harga terjangkau atau segmen menengah,” tambahnya.

Proyek TPL ini terdiri atas rumah tapak dengan empat type.

Type paling kecil dengan luas tanah 60 meter persegi dan luas bangunan 30 meter persegi, dijual di harga mulai Rp 300 jutaan.

Kemudian type lainnya dengan luasan tanah 72 meter persegi, 90 meter persegi, 102 meter persegi, 105 meter persegi dan 115 meter persegi dengan luas bangunan menyesuaikan.

“Kebutuhan rumah terus tumbuh. Pada produk kami hanya siapkan sekitar 538 unit untuk semua tipe, kami optimis bisa sold out,” lanjut Hendrata.

Setelah PK, pihaknya akan mengebut penjualan dengan pemilihan unit pada 24 Mei 2019 ini. Kemudian ditargetkan serah terima mulai Desember 2019 ini.

Mengingat saat ini sudah mulai ada pembangunan berupa pondasi-pondasi bakal rumah.

Jantje Kairopan, dari Era Santika, menambahkan, penjualan rumah tapak di kawasan Sidoarjo masih menarik bagi konsumen.

“Apalagi TPL ini, berada di areal yang dekat dengan Surabaya. Aksesnya juga banyak dan dekat dengan fasilitas umum. Kami optimis bisa menjualkan hingga habis,” ungkap Jantje.

Produk rumah menengah, mayoritas konsumen adalah end user.

Dengan pembelian sekitar 80 persen melalui KPR di perbankan.

Hanya 10-15 persen yang beli secara in house dan 5 persen yang cash atau tunai.

“Karena itu kami juga ada kerjasama perbankan dengan menawarkan suku bunga KPR-nya yang saat ini sangat kompetitif,” tandas Hendrata. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!