Mengintip Pola Makan Paleovegan Body Countouring 4.0 Puraforma, Cocok untuk Generasi Milenial

oleh

Uri.co.id| SURABAYA – Puraforma Klinik Surabaya memiliki konsep Body Contouring 4.0. Managing Director Puraforma Klinik, dr Fanny Imannuddin MBiomed (AAM), mengatakan konsep tersebut disiapkan bagi siapapun yang ingin kembali memiliki tubuh yang aktif dan ringan bergerak bak generasi milenial.

Konsep Body Contouring 4.0, imbuhnya, hadir memadukan pola makan seimbang, peningkatan metabolisme tubuh, olahraga dan suplementasi yang optimal serta bantuan teknologi canggih.

Hal itu ditujukan untuk memperbaiki bentuk tubuh menjadi ideal dan sehat sehingga kinerjanya lebih maksimal.

Langkah pertama dalam konsep tersebut adalah mengubah pola makan.

Jenis pola makan yang disarankannya adalah paleovegan.

Pola makan tersebut merupakan kombinasi dari pola makan paleo dan vegan.

Fanny menuturkan, menurut dr Mark Hyman, ahli nutrisi dari USA , diet Paleo ini jauh lebih sehat dibandingkan diet-diet yang sedang marak saat ini.

Paleo yaitu diet manusia gua zaman prasejarah paleolitikum, caranya memakan makanan alami dan mengurangi makanan olahan yang diproduksi dengan alat khusus, contohnya bakso, bakwan, siomay, dan nugget.

Pola makan Paleo, disebut Fanny bermanfaat menurunkan penyakit hipertensi, diabetes, dan tetap dapat menurunkan berat badan.

Mengombinasikan pola makan tersebut dengan vegan, dilakukan supaya kebutuhan serat dan mineral dalam tubuh tetap tercukupi.

Selain itu, pola makan vegan juga bermanfaat menurunkan resiko penyakit kanker dan jantung.

“Dalam pola paleovegan, kita sudah tidak lagi menghitung kalori. Yang dilakukan hanya mendesain piring,” tukasnya.

Dijelaskannya, dalam satu piring harus ada jenis makanan hewani dan nabati.

Dalam pola makan vegan, daging yang akan dikonsumsi, disarankan tidak diproses secara berlebihan.

“Untuk konsumsi hewani, sebaiknya daging ikan, atau kalau mau makan ayam, pastikan itu bukan ayam yang dikandang atau ternakan. Kalau daging sapi, usahakan mengonsumsi sapi yang memakan rumput, bukan yang digelonggong atau disuntik,” tutur Fanny.

Untuk jenis makanan nabati, tentunya pilih bahan makanan yang ditanam, antara lain sayur dan kacang-kacangan.

Namun, jenis kacang yang dianjurkan adalah kacang almon, makadamia, walnut, dan kedelai.

“Kalau kacang tanah tidak terlalu disarankan, karena khawatir adanya aflatoksin,” tukasnya.

Terakhir, dalam pola makan paleovegan, disarankan menghindari 6P, yaitu pemanis, perasa, pemutih, pengembang, pewarna, dan pengawet.

Laporan Wartawan Jatim.com, Hefty’s Suud ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!