Detik-detik Seorang Ibu Nekat Lawan Macet Lewat Bawah Kontainer Viral di Medsos, Sampai Diteriaki

oleh

 – Detik-detik seorang ibu-ibu yang nekat terobos macet dengan lewat bawah truk kontainer mendadak viral di Facebook.

Kejadian itu diabadikan oleh seorang pria yang kemudian diunggah oleh akun BerinBerita Serabutan di Facebook belum lama ini.

Dalam video singkat berdurasi satu meni itu, tampak seorang ibu-ibu yang tak sabar menunggu kemacetan di salah satu ruas jalan terurai.

Ibu-ibu yang mengenakan kaus lengan panjang warna orange itu tampak menuntun motor matik besarnya ke arah bawah truk kontainer.

Perekam video yang menaiki mobil itu awalnya ingin membagikan situasi kemacetan.

Saat sedang merekam, tiba-tiba pandangannya terfokus pada aksi seorang ibu-ibu alias emak-emak yang dengan santai melintas di bawah bak truk besar tersebut.

Mengenakan sepeda motor matic dan juga helm putih, emak-emak tersebut nekat melewati truk besar layaknya terowongan.
Emak-emak nekat terjanng macet dengan melewati bawa truk kontainer.

Emak-emak nekat terjanng macet dengan melewati bawa truk kontainer. ()

Dari rekaman video tersebut, tampak emak-emak itu terlihat kesusahan untuk melewatinya.

Ia harus sedikit merunduk sambil menuntun sepeda motornya agar bisa melewati truk besar layaknya terowongan itu.

“Lho yok opo rek ( lho gimana rek,)” ucap perekam video.

“Wah lewat ngisore truk, (wah lewat bawah truk),” ucapnya lagi.

Setelah merekam aksi emak-emak tersebut, perekam video kemudian menunjukkan kondisi truk yang dilintasi emak-emak itu.
Penampakan truk kontainer besar yang dilalui oleh ibu-ibu nekat itu.

Penampakan truk kontainer besar yang dilalui oleh ibu-ibu nekat itu. ()

Tampak truk tersebut berukuran cukup besar dengan tulisan interpool dan sebuah logo di bak merahnya.

Setelah emak-emak tersebut, rupanya ada pula pengendara motor lain yang juga ikut melakukan hal yang sama.

Demi menghindari kemacetan, ada pengendara lain yang ikut melintas di bawah truk besar merah itu.

Dari video tersebut, ada dua pengendara laki-laki dan perempuan yang nekat melintas di bawah truk besar itu.

“Awas awas awas,” teriak pria itu dalam rekaman video yang diunggahnya.

Melalui keterangan video tersebut, akun Berita Serabutan mengimbau agar tidak mengikuti tindakan yang dilakukan oleh emak-emak dan dua pengendara lain itu.

“Terlalu bahaya!!!

Cari jalan tembusan menghindari macet kaya gini

Jangan di tiru,” tulisnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan dimana dan kapan kejadian tersebut terjadi.

VIRAL Emak-emak Tersangkut Palang Pintu KA

Viral di media sosial video emak-emak (ibu-ibu) jatuh karena tersangkut palang pintu kereta api (KA), ternyata ada sejumlah peraturan yang harus dipatuhi agar hal serupa tidak terjadi lagi.

Video viral emak-emak jatuh karena tersangkut palang pintu kereta apa (KA) itu sebagai akibat melalaikan peraturan yang harus dipatuhi saat melintasi palang pintu kereta api

Menurut Peraturan Pemerintah No 72 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan angkutan kereta, pasal 110 diatur bahwa :

(1) Pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan yang selanjutnya disebut dengan perpotongan sebidang yang digunakan untuk lalu lintas umum atau lalu lintas khusus, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

(2) Pemakai jalan wajib mematuhi semua rambu-rambu jalan di perpotongan sebidang.

(3) Dalam hal terjadi pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) yang menyebabkan kecelakaan, maka hal ini bukan merupakan kecelakaan perkeretaapian.

(4) Pintu perlintasan pada perpotongan sebidang berfungsi untuk mengamankan perjalanan kereta api.

Dari peraturan di atas jelas bahwa palang pintu kereta berfungsi untuk mengamankan kelancaran kereta, bukan sebagai sarana mengamankan atau melindungi pengguna jalan.

Dan menurut peraturan nomor 4, jika terjadi kecelakaan akibat pelanggaran di nomor 1 dan 2 maka itu bukan kecelakaan yang disebabkan oleh kereta api.

Menurut Manager Humas KAI Daop IV Semarang Krisbiyantoro, pelanggar pintu perlintasan kereta api juga akan dikenai denda jika mengakibatkan kerusakan pada prasarana

Seperti diketahui, video memperlihatkan emak-emak yang nekat mengangkat palang perlintasan kereta api tapi malah tersangkut sehingga jatuh, viral di media sosial

Rekaman amatir berdurasi 11 detik ini diunggah beberapa akun di Facebook pada Selasa (30/4/2019) pagi, kemudian dibagikan di sejumlah grup komunitas.

Dalam video, palang perlintasan ini sudah turun ketika sejumlah pemotor tetap nekat menerobos.

Palang pintu sudah tertutup dan sirine tanda kereta akan lewat juga sudah meraung-raung.

Ternyata tanda-tanda itu tidak digubris oleh sejumlah pengguna jalan yang tetap memaksakan diri untuk melintas.

Kemudian rekaman amatir memperlihatkan emak-emak pengendara motor mencoba mengangkat palang pintu perlintasan kereta.

Ia semula melambatkan motornya di belakang palang.

Bukannya berhenti, emak-emak itu malah mengangkat palang memakai tangan kiri sambil tetap mengendarai motor.

Tapi apes, palang yang telah diangkat itu kembali turun dan mengenai kepalanya

Karena kepalanya masih tersangkut palang pintu dan motornya masih melaju, emak-emak inipun terjatuh ke belakang.

Video viral emak-emak jatuh dari motor karena tersangkut palang kereta api itu terjadi di pos JPL 15/17 di Mranggen, Demak, Jawa Tengah, yang lebih sering disebut perlintasan rel Ganepo.

Menurut penjaga perlintasan JPL 15/17 Bayu Lesmana, kecelakaan ini terjadi Selasa pagi sekitar pukul 08.30 WIB.

Bayu mengungkapkan, tindakan nekat pengendara motor menerobos palang pintu kereta api bukan kali ini saja terjadi.

Namun, ternyata apes menimpa emak-emak itu karena palang pintu kembali turun saat dia belum melewatinya.  

“Di perlintasan ini sangat banyak pengendara motor yang menerobos perlintasan saat sudah ditutup.

Ada beberapa yang sampai mengangkat palangnya seperti kejadian tadi pagi,” ungkap Bayu Lesmana kepada wartawan Uri.co.id.

Bahkan menurut Bayu, tidak cuma pengendara motor yang sering menerobos palang perlintasan kereta api.

“Ada juga pengendara mobil yang begitu.

Kalau lihat palang mulai turun bukannya melambat malah justru ngegas,” tandasnya.

Bayu juga menceritakan nasib emak-emak itu usai terjatuh dari motor.

“Ya ditolongi oleh pengendara di sekitarnya.

Kalau saya lihat sih tidak apa-apa, motornya juga.

Mungkin hanya kaget saja.

Apalagi tadi pakai helm, kan,” imbuhnya. 

Bayu mengungkapkan, durasi waktu tertutupnya palang hingga kereta api lewat sekitar lima menit.

“Paling lama lima menit.

Pengendara sebaiknya bersabar karena cuma lima menit.

Kalau tidak resikonya besar,” tandasnya. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!