Junjung Toleransi, Siswa TK Santo Bernadus Kunjungi TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kota Madiun

oleh

Uri.co.id| MADIUN – Mengajarkan toleransi atau menghargai perbedaan agama harus diajarkan sejak kecil. Seperti yang dilakukan para siswa TK Santo Bernadus dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Kota Madiun.

Pagi itu, Kamis (9/5/2018) siswa TK Santo Bernadus Kota Madiun melakukan kunjungan ke TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1, Jalan Sikatan no 18 Kota Madiun. Kepala TK Santo Bernadus Kota Madiun, Imelda Gurita Ulamsari, mengatakan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mengajarkan toleransi kepada anak-anak mulai sejak dini.

“Kami ingin mengajarkan kepada anak-anak, agar sedini mungkin memiliki rasa menghormati, menghargai, bertoleransi, dan berbagi. Itu menurut kami adalah sesuatu yang penting,” kata Imelda kepada wartawan.

Dia menuturkan, setiap tahun sekolahnya selalu melakukan kegiatan serupa.

Namun, pada tahun ini mereka sengaja ingin bersilaturahmi ke sekolah muslim.

“Kami sudah pernah melakukan kegiatan serupa, hanya modelnya ini lain. Kebetulan kali ini bertepatan pada bulan puasa, bentuknya berkunjung ke sekolah muslim. Kalau tahun kemarin, kami melakukan kegiatan berbagi di Jalan Pahlawan,” ungkapnya.

Tidak hanya berkunjung, para siswa TK Santo Bernadus yang berjumlah 15 anak ini juga membawa bingkisan untuk anak-anak TK ABA berupa peci, jilbab dan tasbih.

Kepala TK ABA 1 Kota Madiun, Ida Ayu Tristiawati, mengaku senang dan berterima kasih atas kejutan yang diberikan oleh guru dan siswa TK Santo Bernadus.

“Alhamdulillah kami merasakan tali persaudaraan yang lebih erat antar agama. Kami tidak menyangka ada acara seperti ini. Kami sambut dengan gembira, kami berterima kasih sekali kepada guru dan murid TK Bernadus, sehingga dapat mempererat tali persaudaraan,” imbuh Tristiawati.

Dia menuturkan, selama ini siswa TK ABA 1 juga diajarkan untuk memiliki rasa toleransi, menghargai umat beragama lain.

Anak-anak dijelaskan, bahwa di Indonesia juga ada teman-teman yang bergama lain, selain Islam.

“Kami sampaiakan kepada anak-anak yang ada di sini, di Indoensia ini tidak hanya ada umat muslim, namun juga ada teman-teman yang bergama lain selain Islam. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, sehingga menunjukam bahwa tidak ada jarak antara umat muslim dan nasrani,” ucapnya. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!