Fakta Terbaru Penghinaan ke Habib Rizieq Shihab & Ijtima Ulama 3, Pelaku Mabuk Miras dan Narkoba

oleh

Uri.co.id-   Fakta terbaru kasus penghinaan terhadap Habib Rizieq Shihab dan Ijtima Ulama III, ternyata pelaku mabuk minuman keras (miras) dan mengonsumsi narkoba saat beraksi.

Pelaku mengunggah sejumlah status penghinaan dan ujaran kebencian di Facebook selama Januari-Mei 2019.

Pelaku kini sudah diamankan polisi setelah rumahnya didatangi massa pendukung Habib Rizieq.

Seperti diberitakan, seorang pria berinisial EM (30) di Pontianak harus berurusan dengan hukum setelah diduga menyebar ujaran kebencian kepada Habib Rizieq Shihab, pendiri kelompok Front Pembela Islam (FPI).

Polisi telah mengamankan EM dan menetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

EM dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Baca fakta lengkapnya berikut ini:

1. EM ditangkap massa karena diduga sebar ujaran kebencian

Kapolresta Pontianak Kombes Anwar Nasir menuturkan, EM diduga mem-posting status-status yang menjurus ujaran kebencian dan menghina pentolan FPI Rizieq Shihab dan Ijtima Ulama III.

“Melalui akun Facebook-nya, EM tercatat mengunggah status ujaran kebencian sebanyak empat kali dari Januari hingga Mei 2019,” kata Anwar Nasir dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu siang.

Penangkapan dan penahanan EM bermula saat sekelompok warga pada hari Sabtu (4/5/2019) sekitar pukul 23.30 WIB, mendatangi rumah EM di Jalan Tanjung Raya II, Pontianak Timur.

Sekelompok warga yang marah atas unggahan tersebut kemudian mengamankan EM dan membawanya ke Polsek Pontianak Timur.

“Di Polsek langsung diproses. Alhamdulillah situasi kondusif,” ujarnya.

2. EM ditetapkan menjadi tersangka oleh polisi

Aparat Polresta Pontianak, Kalimantan Barat, menangkap dan menetapkan EM (30) sebagai tersangka terkait dugaan ujaran kebencian yang diunggah di media sosial Facebook, Minggu (5/5/2019).

Anwar juga mengapresiasi sekelompok warga yang mengamankan EM dan langsung menyerahkannya ke kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

“Dia dijerat dengan Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” tutupnya.

Kombes Anwar Nasir mengimbau seluruh masyarakat maupun warganet untuk menjaga jarinya agar tidak langsung membagikan dan mengunggah hal-hal yang menjurus ke ujaran kebencian.

“Imbauan kami kepada warganet untuk menjaga jempolnya. Hati-hati dalam mengunggah dan membagikan informasi di media sosial yang belum pasti benar agar suasana tetap kondusif,” tuturnya.

“Jangan terima mentah-mentah, saring dan cermati setiap informasi yang masuk atau hendak dibagikan,” tambahnya kemudian.
Kapolres Pontianak Kombes Pol Anwar Nasir menunjukkan barang bukti perkara ujaran kebencian terhadap Habib Rizieq dan Ijtima Ulama III di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (5/5/2019).

Kapolres Pontianak Kombes Pol Anwar Nasir menunjukkan barang bukti perkara ujaran kebencian terhadap Habib Rizieq dan Ijtima Ulama III di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (5/5/2019). (Uri.co.id/HENDRA CIPTA)

4. Pengakuan EM usai ditangkap polisi

Kepada polisi, EM mengaku, unggahan ujaran kebencian di media sosial itu dibuatnya di bawah pengaruh narkoba dan minuman keras.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Anwar Nasir mengatakan, pengakuan itu diperoleh dari tersangka setelah dilakukan pemeriksaan dan interogasi.

“Kami sudah tes urine pelaku dan hasilnya positif. Dia mengaku telah menggunakan narkoba selama empat tahun terakhir,” kata Anwar dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (5/5/2019).

Uri.co.id  “Fakta Kasus Dugaan Penghinaan Terhadap Rizieq Shihab, Pelaku Dipengaruhi Alkohol hingga Massa Datangi Rumah Tersangka”, ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!