Tips Mengendalikan Asam Urat Selama Puasa Ramadhan 2019, Waspadai 4 Jenis Makanan ini

oleh

– Cara mengendalikan kadar asam urat sangat penting diterapkan oleh para pengidap asam urat tinggi agar tetap terkendali selama puasa Ramadhan 2019

Dilansir dari laman Prevention, cara untuk mengendalikan kadar asam urat selama puasa adalah dengan menghindari beberapa jenis makanan

Untuk mengendalikan kadar asam urat selama puasa kamu harus menghindari konsumsi beberapa jenis makanan saat berbuka maupun sahur, seperti:

1. Daging merah

Sebuah studi di New England Journal of Medicine menemukan bahwa orang yang mengonsumsi daging merah 2 kali seminggu lebih mungkin didiagnosis asam urat.

2. Makanan laut

Makanan laut juga bisa memperburuk penderita asam urat.

Terkadang efeknya akan langsung terasa setelah beberapa saat mengonsumsinya.

3. Soda dan jus buah

Fruktosa yaitu jenis gula dalam buah.

Ternyata bisa memicu lonjakan kadar asam urat dalam tubuh.

4. Asparagus

Walaupun sehat, ternyata sayuran satu ini perlu diwaspadai oleh penderita asam urat.

Selain menghindari jenis-jenis makanan di atas, kadar asam urat bisa diturunkan dengan mengonsumsi makanan yang tepat.

Dilansir dari Pharmacy Times, berikut makanan dan minuman yang harus dikonsumsi untuk menurunkan kadar asam urat:

1. Air Putih

Air mengeluarkan racun termasuk asam urat berlebih dari tubuh.

Minumlah setidaknya 8-12 gelas air setiap hari.

2. Ceri

Ceri memiliki zat anti-peradangan bernama anthocyanis yang membantu mengurangi kadar asam urat.

Ini dapat mencegah akumulasi asam urat atau pengendapan asam urat di persendian.

Ceri juga menetralkan asam dan membantu mencegah peradangan dan rasa sakit.

Dengan mengkonsumsi 200 gram per hari sangat efektif dalam menurunkan asam urat.

3. Berries

Berries terutama stroberi, dan blueberry memiliki sifat anti-inflamasi tinggi.

Sehingga jangan ada keraguan bagi Anda untuk memasukkannya dalam menu diet Anda.

4. Apel

Malic acid dalam apel dapat menetralkan asam urat.

Anda harus mengkonsumsi satu apel setiap hari setelah makan.

5. Jeruk Nipis

Asam sitrat dalam jeruk nipis adalah pelarut asam urat.

Buat jus dari setengah jeruk nipis dengan memerasnya ke dalam segelas air dan Anda harus meminumnya dua kali sehari.

6. Makanan kaya vitamin C

Sertakan makanan kaya vitamin dalam diet harian Anda untuk mengurangi kadar asam urat dalam tubuh.

Ini dapat mendisintegrasi asam urat dan memaksanya keluar melalui urin.

Sumber vitamin C yang baik adalah jambu biji, kiwi, jeruk nipis, jeruk, capsicum, lemon, tomat dan sayuran hijau.

7. Makanan berserat tinggi

Menurut university of maryland medical center, makanan berserat tinggi dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah Anda.

Pisang juga bermanfaat dalam menurunkan asam urat.

8. Teh Hijau

Konsumsi teh hijau secara teratur untuk mengontrol hyperuricemia (kadar asam urat tinggi) dan menurunkan risiko terkena asam urat

Selain mengandalkan obat-obatan dan makanan atau minuman diatas, ada cara pengobatan asam urat yang bisa kamu coba saat di rumah.

Pengobatan di rumah ini dapat membantu mengendalikan gejala asam urat yang muncul.

Kunci dari pengobatan asam urat di rumah adalah dengan mengubah gaya hidup.

Tentunya kamu harus mengubahnya ke arah yang lebih baik dan sehat.

Perubahan gaya hidup ini cukup ampuh untuk mengendalikan gejala asam urat.

Dikutip dari laman Hellosehat, Inilah 6 cara mengendalikan asam urat yang bisa dilakukan di rumah

1. Pantau kadar asam urat

Saat ini alat untuk mengecek asam urat sudah bisa dipakai sendiri oleh pasien.

Bentuknya hampir sama dengan alat pengecek gula darah di rumah.

Jadi, dengan menggunakan alat tersebut kamu bisa terus memantau kadar asam urat.

Kadar asam urat yang normal adalah di bawah 6 mg/dL untuk perempuan dan laki-laki di bawah 7 mg/dL.

2. Olahraga dengan teratur 

Pengobatan lain yang paling mudah adalah melakukan olahraga rutin.

Berolahragalah secara teratur dengan intensitas sedang setidaknya 30 menit selama 5 hari dalam seminggu.

Gejala asam urat akan lebih bisa dikendalikan jika kamu melakukan olahraga.

Olahraga membuat sendi-sendi terlatih dengan baik, sehingga bisa mencegah nyeri sendi yang kerap kali menyerang orang dengan asam urat.

3. Jaga berat badan dengan diet yang tepat 

Orang yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami asam urat yang tinggi daripada orang yang memiliki berat badan normal.

Untuk menjaga berat badan, pilihlah sumber karbohidrat kompleks dalam diet.

Makan lebih banyak buah, sayuran, dan gandum utuh.

Hindari makanan seperti kue-kue manis, permen, minuman manis dan produk yang mengandung gula fruktosa tinggi.

Selain itu, kurangi lemak jenuh dari daging merah, unggas yang berlemak, dan produk susu yang mengandung tinggi lemak.

Pilihlah sumber protein harian dari daging tanpa lemak, ikan, dan unggas sekitar 2-3 potong perhari.

Sumber protein lain yang bisa ditambahkan adalah produk susu rendah lemak atau yogurt.

Selain itu juga pilihlah makanan yang harus dihindari dan dibatasi untuk mencegah lonjakan asam urat semakin tinggi yaitu menghindari makanan dan minuman yang tinggi purin (asam urat) seperti seafood, daging merah, makanan-makanan manis (mengandung gula), alkohol, dan jeroan

Selain pemilihan makanan, cara mengatasi asam urat lainnya adalah patuh minum obat.

Jika kamu telah didiagnosis mengalami asam urat tinggi dan diberikan obat khusus oleh dokter, minumlah obat sesuai petunjuk yang diberikan secara teratur.

Biasanya dokter juga akan meresepkan obat anti peradangan seperti celecoxib, indomethacin, meloxicam, atau sulindac saat terjadi saat nyeri mulai sakit dan bengkak.

6. Mengandalkan obat alami 

Kamu juga bisa mengatasi asam urat dengan mengandalkan bahan-bahan alami.

Tetapi tentunya bahan-bahan alami ini tetap tidak bisa menggantikan sepenuhnya fungsi obat yang sudah diberikan dokter.

Obat alami ini hanya bisa membantu mengendalikan gejala yang muncul saja.

Berikut adalah obat alami asam urat yang bisa dikonsumsi:

Cuka apel

Dilansir dalam laman Healthline, belum ada studi ilmiah yang meneliti penggunaan sari cuka apel dalam pengobatan asam urat.

Namun, sari cuka apel adalah bahan yang dapat mengurangi terjadinya peradangan, sehingga mencegah timbulnya tumpukan asam urat pada sendi.

Penelitian membuktikan bahwa sari cuka apel dapat membantu menurunkan berat badan dengan membuat sampel merasa kenyang lebih cepat.

Dengan menurunnya berat badan, kadar asam urat pun akan lebih mudah menurun.

Sebuah studi tahun 2010 yang diikuti oleh pria usia 35-57 tahun selama 7 tahun memperlihatkan hasil bahwa orang yang mengalami perubahan berat badan (penurunan) sekitar 22 poin, memiliki kemungkinan 4 kali lebih besar untuk menurunkan kadar asam uratnya.

Oleh karena itu, konsumsi sari cuka apel dapat membantu proses penurunan ini.

Jahe

Jahe juga dapat membantu menangani penderita asam urat.

Jahe berperan sebagai zat anti peradangan yang mencegah terjadinya pembentukan kristal dan meredakan gejala asam urat yang terjadi.

Jahe mengandung beberapa zat anti peradangan yakni gingerols dan shogaol, Kedua zat ini yang akan membantu mengurangi parahnya peradangan yang timbul.

Lemon

Lemon bukan hanya menyediakan vitmain C yang membantu meredakan sakit akibat asam urat namun lemon juga membantu menyediakan kalium.

Kalium digunakan untuk menjaga fungsi ginjal dan membantu menjaga kadar pH darah dan urin sedikit basa.

Dengan seimbangnya fungsi ginjal dan kadar pH ini dapat membantu mencegah pembentukan kristal asam urat.

Salah satu caranya adalah peras lemon ke dalam segelas air hangat, dan minumlah di pagi hari ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!