2 Benda Elektronik Ini Dipilih Penyelundup untuk Samarkan Kiriman Sabu dari Malaysia ke Jawa Timur

oleh

Uri.co.id| SIDOARJO – Dua benda elekteronik berupa speaker dan televisi menjadi sarana untuk ‘menyamarkan’ pengiriman sabu-sabu dari Malaysia.

Penyelundupan ini berhasil dibongkar Kantor Bea Cukai Juanda, akhir bulan April 2019.

Terbongkarnya upaya penyelundupan sabu yang pertama terjadi Jumat (26/4/2019).

Saat itu, petugas Bea Cukai Juanda mendapat informasi ada penyelundupan sabu dari luar negeri melalui kiriman pos di Kantor Pos MPC Surabaya.

“Usai menerima informasi itu, petugas langsung melakukan pengawasan secara ketat,”ujar Kepala Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto, Jumat (3/5/2019).

Petugas curiga dengan paket kiriman dari Malaysia yang berisi pengeras suara (speaker).

Di paket itu tertera barang ditujukan ke Ilmih Fauzi yang tinggal di Bangkalan, Madura.

“Berdasarkan image x ray, petugas yakin ada benda asing di dalam speaker. Setelah paket dibuka, ternyata benar didalamnya terdapat 3 bungkus kristal putih seberat 2.070 gram,”ujar Budi Harjanto.

Dan setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, bungkus kristal putih tersebut merupakan benda methamphetamine atau sabu.

Petugas Bea Cukai Juanda dan Polda Jawa Timur langsung melakukan penelusuran penerima barang dan menangkapnya.

“Untuk tersangka dan barang bukti, kita serahkan ke Polda Jatim untuk proses lebih lanjut,” tambahnya.

Sedangkan, untuk upaya penggagalan penyelundupan sabu yang kedua terjadi Selasa (30/4/2019).

“Cara penyelundupan sabu yang kedua ini sama dengan yang pertama. Namun kali ini, barang haram tersebut disembunyikan dalam televisi sebesar 32 inch,” terangnya.

Ia menjelaskan, dalam kiriman televisi yang berasal dari Malaysia tersebut ditemukan 4 bungkus sabu seberat 540 gram dan 1 bungkus ekstasi sebanyak 50 butir dengan berat 25 gram.

“Untuk penyelundupan sabu yang kedua ini, pihak Bea Cukai Juanda dan Polda Jatim masih melakukan pengembangan lebih lanjut. Karena nama penerima barang tidak ada sama sekali,” imbuhnya.

Ia kemudian menambahkan, untuk tersangka penyelundupan sabu dikenakan pasal 113 ayat (2) Undang Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Serta pasal 102 huruf e Undang Undang No. 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No. 17 Tahun 2006. (Kukuh Kurniawan) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!