Sejumlah Fakta Balapan Herex di Tulungagung yang Renggut Dua Nyawa Pemotor pada Kamis Malam

oleh

Uri.co.id| TULUNGAGUNG – Kecelakaan maut yang menewaskan dua pemotor di jalan umum Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman, Kamis (2/5/2019) pukul 23.30 WIB diduga ada kaitannya dengan balapan motor herex.

Motor herex adalah motor yang sudah mengalami modifikasi volume silindernya (bore up) hingga 300 CC.

Biasanya motor yang dipakai adalah yang mempunya volume silinder awal 150 CC.

Balap motor herex ini dikenal di kalangan remaja yang gemar balap liar di wilayah Kecamatan Kauman.

Balapan ini khusus diadakan di Kamis malam, di jalan antara SPBU Mojosari, Kecamatan Kauman, ke arah utara hingga ke Kecamatan Karangrejo.

“Saya tidak tahu bagaimana awalnya kok hanya digelar setiap malam Jumat (Kamis malam),” ucap Didin (18), nama samaran, pelaku balap herex.

Karena motor yang dipakai mempunyai volume silinder besar, kecepatannya bisa mencapai 120 kilometer per jam.

Tidak ada aturan pakem dari balap motor herex ini. Bahkan tidak ada garis start maupun finis yang jelas.

“Asal ada yang bersiap adu kecepatan, langsung tancap gas ngebut ke arah utara. Bahkan kadang sampai ke wilayah (Kecamatan) Ngantru,” ungkap Didin.

Balapan ini bersifat terbuka. Siapa saja yang mau bergabung disilakan bersiap di jalanan.

Banyak juga yang hanya datang menyaksikan balap liar ini. Biasanya setiap Kamis malam, ada ratusan pemotor yang bersiap beradu motor herex.

Mereka biasanya datang ke lokasi dalam kelompok kecil. Setiap kelompok biasanya tidak saling kenal.

Didin mengaku, biasanya hanya hapal orangnya dan motor yang dipakainya. Meski sering ngebut bersama, Didin tidak kenal siapa lawannya.

“Kalau pun ada nama, biasanya hanya nama panggilan. Tidak ada yang tahu nama aslinya,” tutur Didin.

Meski balap liar, para pelaku balap motor herex ini punya aturan tak tertulis. Mereka akan mengurangi kecepatan di area keramaian.

Saat melintas di area persawahan, mereka akan kembali memacu motornya. Kebetulan di jalan antara Kecamatan Kauman dan Karengrejo ini, banyak area persawahannya.

Para pelaku biasanya memacu motornya dari SPBU Mojosari ke utara, kemudian pelan saat memasuki Desa Bungur, kemudian ngebut lagi saat masuk area persawahan hingga masuk Kecamatan Karangrejo.

Para pelaku sering kali kucing-kucingan dengan polisi.

“Kalau polisi datang semua kabur sembunyi. Nanti kalau polisinya sudah tidak di lokasi, balapan dimulai lagi,” tandas Didin.

Kecelakaan maut menewaskan dua pemotor di Jalan Raya Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman, Kamis (2/5/2019) sekitar pukul 23.30 WIB.

Dua korban yang meninggal adalah Fredi Yudis Mahendra (22) asal Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru dan Yovan Antoni Beny Vatra (19) asal Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo. meninggal bersamaan.

Mereka meninggal setelah saling bersenggolan, saat ratusan pemotor ngebut dari arah selatan ke utara. ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!